Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Nama Said Aqil Dicantumkan di Buku Islam Ala Prabowo, Eks Ketum PBNU Tegaskan Tak Pernah Menulis

        Nama Said Aqil Dicantumkan di Buku Islam Ala Prabowo, Eks Ketum PBNU Tegaskan Tak Pernah Menulis Kredit Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nama mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj tercantum dalam buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam. Namun, Said Aqil menegaskan dirinya tidak pernah menulis, menyusun, maupun memberikan tulisan untuk buku tersebut.

        Klarifikasi tersebut disampaikan melalui Sekretaris Pribadi (Sespri) Said Aqil, M. Sofwan Erce, menyusul kembali munculnya informasi mengenai pencantuman nama sang kiai dalam buku tersebut. Sofwan mengatakan Said Aqil menyayangkan pencantuman namanya karena tidak pernah terlibat dalam proses penulisan buku.

        “Kiai Said menyayangkan pencantuman nama beliau dalam buku tersebut. Kiai Said tidak pernah menulis, menyusun, maupun memberikan tulisan untuk buku dimaksud,” kata Sofwan dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

        Menurut Sofwan, keberadaan nama Said Aqil di dalam buku tidak dapat dianggap sebagai pernyataan atau pandangan yang disampaikan langsung oleh mantan Ketum PBNU tersebut. Ia juga menegaskan pencantuman nama itu tidak berarti Said Aqil terlibat dalam penyusunan buku.

        “Dengan demikian, pencantuman nama beliau dalam buku tersebut tidak dapat dimaknai sebagai pernyataan, tulisan, maupun bentuk keterlibatan beliau dalam penyusunan buku,” ujarnya.

        Said Aqil kemudian berharap pihak terkait segera menghapus namanya dari buku Islam Ala Prabowo. Permintaan tersebut disampaikan agar tidak muncul anggapan bahwa dirinya merupakan penulis atau turut menyusun materi dalam buku yang membahas sosok Prabowo Subianto tersebut.

        “Kiai Said berharap agar nama beliau dapat segera di-take down atau dihapus dari buku tersebut,” kata Sofwan.

        Polemik mengenai pencantuman nama Said Aqil muncul ketika buku Islam Ala Prabowo kembali menjadi perhatian publik. Persoalan yang disorot bukan hanya mengenai judul dan isi buku, tetapi juga atribusi nama sejumlah tokoh yang tercantum di dalamnya.

        Buku tersebut memiliki judul lengkap Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam. Buku itu disusun oleh Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush'ab Muqoddas serta diterbitkan pada 2025.

        Isi buku mengulas kehidupan dan kiprah Prabowo Subianto dari perspektif nilai-nilai Islam, termasuk perjalanan pribadi, karier militer, hingga kepemimpinannya. Buku tersebut kemudian menjadi bahan diskusi publik setelah foto sampul dan daftar isinya beredar luas di media sosial.

        Peluncuran buku dilakukan dalam momentum pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Jakarta pada 26 Agustus 2025. Penulisan buku tersebut disebut diinisiasi oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar.

        Baca Juga: AHY Sinyalkan Akan Jadi Lawan Prabowo, Ganjar Pranowo: PR Besar untuk Semua Elemen Bangsa...

        Polemik mengenai nama Said Aqil juga perlu dibedakan dari statusnya sebagai tokoh yang tercantum dalam buku. Klarifikasi dari pihak Said Aqil sejauh ini hanya menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menulis, menyusun, maupun memberikan tulisan untuk buku tersebut.

        Dengan adanya klarifikasi tersebut, Said Aqil meminta agar pencantuman namanya segera ditinjau dan dihapus. Sementara itu, persoalan mengenai bagaimana nama tersebut bisa tercantum dalam buku belum dijelaskan secara rinci dalam klarifikasi yang disampaikan pihak Said Aqil.

        Kasus ini membuat persoalan atribusi dalam buku Islam Ala Prabowo ikut menjadi sorotan. Bagi pembaca, kejelasan mengenai siapa yang menulis, siapa yang diwawancarai, dan siapa yang memberikan izin pencantuman nama menjadi penting agar setiap gagasan dalam buku tidak keliru dikaitkan dengan tokoh yang bersangkutan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: