Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        iPhone Lipat Pertama Apple Meluncur, Analis: Bisa Jadi Cuma Barang Mewah

        iPhone Lipat Pertama Apple Meluncur, Analis: Bisa Jadi Cuma Barang Mewah Kredit Foto: IPhone Fold
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Apple resmi meluncurkan iPhone Duo, ponsel layar lipat pertamanya yang mengusung desain menyerupai buku. Perangkat ini menjadi iPhone terbesar sekaligus salah satu produk termahal Apple dengan harga mencapai USD 3.200 atau sekitar Rp56 juta.

        Peluncuran iPhone Duo dilakukan John Ternus, yang menjadi CEO Apple setelah Tim Cook mengundurkan diri. Saat dibuka, perangkat tersebut memiliki tampilan menyerupai iPad berukuran kecil, sedangkan ketika dilipat tampilannya berubah menjadi iPhone dengan bodi lebih lebar.

        Ternus mengatakan desain Duo terinspirasi dari iPad dan dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman berbeda dari ponsel lipat yang sudah beredar. Apple ingin menghindari kesan perangkat lipat yang menurutnya seperti dua ponsel yang disatukan.

        Harga iPhone Duo dibanderol mulai USD 1.999 atau sekitar Rp35 juta di Amerika Serikat dan mencapai USD 3.200 atau sekitar Rp56 juta untuk model tertinggi. Harga tersebut langsung menempatkannya sebagai salah satu iPhone paling mahal yang pernah dibuat Apple.

        Ternus bukan sosok baru dalam pengembangan perangkat tersebut karena sebelumnya bertahun-tahun memimpin divisi hardware Apple. Ia ditunjuk sebagai penerus Cook pada awal tahun ini dan kini memimpin peluncuran salah satu perubahan desain terbesar dalam sejarah iPhone.

        Ben Wood, kepala analis firma riset teknologi FDM CCS Insight, menilai promosi Ternus sebagai CEO kemungkinan sengaja bertepatan dengan peluncuran besar tersebut. "Tidak ada hal yang terjadi secara kebetulan di Apple," cetus Wood yang dikutip detikINET dari BBC, Kamis (10/9/2026).

        Desain baru ini berpotensi menjawab kritik bahwa Apple belum menghadirkan produk besar dengan inovasi yang benar-benar menarik dalam beberapa tahun terakhir. Namun, harga tinggi membuat sejumlah analis meragukan apakah iPhone Duo mampu menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perusahaan.

        "Ponsel lipat ini berisiko sekadar menjadi hiasan berharga premium dalam portofolio mereka, yang hanya memberikan prestise pada merek tanpa mendorong pertumbuhan yang berarti," kritik Dipanjan Chatterjee, analis Forrester. Ia membandingkan risiko tersebut dengan Vision Pro yang dibanderol USD 3.699 dan disebut gagal menarik minat konsumen secara luas.

        Baca Juga: Apple Akhirnya Masuk Pasar HP Lipat, iPhone Duo Dibanderol Rp35 Juta

        Chatterjee menilai iPhone Duo juga bisa saja mengikuti jejak Apple Watch, yang tidak sebesar iPhone tetapi tetap memiliki pasar tersendiri. Tantangan lainnya adalah kebiasaan pengguna yang sudah terbentuk terhadap cara kerja iPhone konvensional.

        "Ponsel lipat adalah perangkat menarik. Banyak orang yang penasaran, tetapi penyesuaian software serta proses adaptasi yang dibutuhkan pengguna saat beralih dari ponsel tradisional ke ponsel lipat adalah sebuah rintangan yang nyata," sorot Carolina Milanesi, analis Creative Strategies.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: