Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kredivo Ungkap Penyaluran Kredit Usaha Melonjak 15 Kali Lipat

        Kredivo Ungkap Penyaluran Kredit Usaha Melonjak 15 Kali Lipat Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kredivo Group mencatat pemanfaatan kredit digital untuk kebutuhan produktif semakin meningkat dalam enam tahun terakhir. Studi bersama Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menunjukkan jumlah pengguna yang memanfaatkan kredit melalui Kredivo sebagai modal usaha meningkat 15 kali lipat pada 2025 dibandingkan 2019.

        Studi terhadap 730 pengguna dan 67 pelaku UMKM tersebut juga mencatat porsi kredit produktif yang disalurkan melalui Kredivo meningkat dari 52,3 persen pada 2019 menjadi 54,3 persen pada 2025.

        Pembiayaan produktif tersebut mencakup kebutuhan kesehatan, pendidikan, renovasi rumah, hingga modal usaha.

        Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI Paksi Walandouw mengatakan lebih dari separuh kredit yang disalurkan melalui Kredivo telah digunakan untuk kebutuhan produktif.

        "Lebih dari separuh kredit yang disalurkan melalui Kredivo dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif, menunjukkan bahwa kredit digital berkembang dari alat pemenuhan kebutuhan jangka pendek menjadi instrumen pembentukan kapasitas ekonomi jangka panjang. Hal ini didukung oleh meningkatnya literasi keuangan dan praktik manajemen risiko yang prudent. Dengan pondasi tersebut, kontribusi kredit digital terhadap perekonomian nasional memiliki ruang tumbuh lebih luas, terutama bagi kelompok masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan formal,” kata Paksi dalam konferensi pers 'Satu Dekade Kredivo Group: Peluncuran Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi' di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

        Studi tersebut juga mencatat kredit digital berperan sebagai pintu masuk menuju layanan kredit formal. Pada 2025, jumlah pengguna yang memperoleh akses kredit pertama melalui Kredivo meningkat 10 kali lipat dibandingkan 2019.

        Sebanyak 23 persen pengguna menyebut Kredivo mempermudah akses mereka ke layanan kredit formal lainnya. Pada segmen UMKM, sebanyak 40,6 persen peminjam modal usaha memperoleh akses kredit usaha pertama melalui Kredivo.

        Paksi mengatakan perempuan, generasi muda, dan pelaku UMKM menjadi kelompok yang relatif sulit dijangkau sistem keuangan formal.

        "Perempuan, generasi muda, dan pelaku UMKM merupakan kelompok yang paling sulit dijangkau sistem keuangan formal, namun justru menjadi bagian signifikan dari penerima akses kredit pertama melalui Kredivo. Yang terpenting bukan sekadar terbukanya akses, tetapi bagaimana akses tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha. Di situlah dampak sosial dan ekonomi mulai terbentuk," tuturnya.

        Baca Juga: Celah Pembiayaan UMKM Capai Rp1.290 Triliun, Kredit Digital Jadi Alternatif

        Baca Juga: BI Soroti Kredit UMKM Baru Tumbuh 1,62%, Bankir Diminta Lebih Agresif

        Dari sisi kemampuan pembayaran, studi mencatat rata-rata Debt-to-Income Ratio (DTI) pengguna berada di kisaran 10 persen hingga 19 persen dari total pendapatan.

        Selain itu, sebanyak 58,7 persen pengguna yang teraktivasi dan bertransaksi pada 2023 memperoleh kenaikan limit berdasarkan rekam pembayaran yang disiplin.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: