Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gaji Mandek Imbas 'Konflik Elit', 6.000 Guru di Gowa Ancam Mogok Mengajar Senin Depan!

        Gaji Mandek Imbas 'Konflik Elit', 6.000 Guru di Gowa Ancam Mogok Mengajar Senin Depan! Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ribuan pahlawan tanpa tanda jasa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, bersiap melakukan aksi mogok mengajar massal. Ancaman serius ini dilontarkan menyusul belum dibayarkannya hak gaji bulanan mereka hingga pekan kedua September 2026.

        Keluhan tersebut secara resmi disampaikan oleh jajaran Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gowa saat menggelar audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gowa, Rabu (9/9/2026).

        Ketua PGRI Gowa, Sappe Mangiriang, mengungkapkan bahwa keterlambatan pembayaran gaji ini menjadi temuan utama setelah pihaknya turun langsung meninjau kondisi para tenaga pendidik di enam kecamatan.

        Di hadapan para anggota dewan, Sappe menyuarakan kekecewaan mendalam para guru yang merasa hanya dijadikan korban dari dinamika birokrasi pemerintahan daerah.

        “Kenapa gaji kami ini terlambat dibayarkan hanya karena persoalan elit yang ribut di atas? Kenapa kita yang jadi korban?” tegas Sappe menirukan jeritan para guru di lapangan.

        Selain mendesak pencairan gaji, kedatangan PGRI ke Gedung DPRD Gowa juga membawa dua aspirasi krusial lainnya yang selama ini membebani para pendidik, yakni evaluasi kebijakan libur bagi para guru dan penolakan atau peninjauan ulang terkait kebijakan infak wajib bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

        90 Persen Guru Pusing Cicilan Bank Menunggak

        Sappe membeberkan, penundaan gaji ini berdampak sangat fatal bagi ekonomi rumah tangga para guru. Pasalnya, ada lebih dari 6.000 guru di Gowa, mulai dari jenjang TK hingga SMP yang terdiri dari guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu dan paruh waktu, hingga tenaga outsourcing.

        Mirisnya, Sappe mengklaim sekitar 90 persen dari para guru tersebut telah menggunakan Surat Keputusan (SK) kepegawaiannya sebagai agunan untuk meminjam uang atau mencicil ke perbankan.

        "Ini sangat memberatkan guru-guru karena penghasilan mereka sudah memiliki kewajiban potongan cicilan masing-masing," imbuhnya.

        Kesabaran para pendidik di Gowa tampaknya sudah berada di ambang batas. PGRI Gowa memberikan tenggat waktu yang tegas kepada Pemerintah Kabupaten Gowa untuk segera menuntaskan hak mereka pada pekan ini.

        "Kalau minggu ini gaji kami belum dibayarkan, hari Seninnya kami akan mogok mengajar," ancam Sappe.

        Merespons ultimatum panas tersebut, Wakil Ketua DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab, langsung berupaya meredam ketegangan.

        Ia meminta para pahlawan tanpa tanda jasa ini untuk tetap tenang dan bersabar. Hasrul berjanji bahwa legislatif akan segera memanggil pihak eksekutif terkait untuk menindaklanjuti dan menyelesaikan karut-marut pembayaran gaji tersebut secepatnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: