Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gaji Manajer Kopdes Ambil dari APBN Dulu, Purbaya: Gak Besar, Pasti Untung

        Gaji Manajer Kopdes Ambil dari APBN Dulu, Purbaya: Gak Besar, Pasti Untung Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gaji manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) alias Kopdes Merah Putih tidak langsung menjadi beban koperasi. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap negara akan menanggung penggajian manajer Kopdes selama dua tahun pertama.

        Skema itu disebut sudah dihitung pemerintah. Purbaya pun menilai kewajiban pembayaran gaji manajer Kopdes tidak akan terlalu besar.

        "Penggajian manajer Kopdes sampai dua tahun ditanggung negara, ada hitungannya, nggak besar-besar amat," kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).

        Baca Juga: Ijazah Jokowi Dibuat di Pasar Pramuka? Roy Suryo Ngaku Siap Hadirkan Saksi

        Setelah masa dua tahun tersebut, operasional Kopdes diharapkan sudah mampu berjalan secara mandiri. Purbaya mengatakan seluruh keuntungan dari operasional Kopdes nantinya akan dialihkan ke desa.

        Ia pun optimistis Kopdes bisa menghasilkan keuntungan. Salah satu alasannya, seluruh barang subsidi pemerintah nantinya diarahkan untuk disalurkan melalui Kopdes.

        "Semuanya lewat Kopdes, dengan itu aja kalau dipastikan berjalan benar Kopdesnya sudah pasti untung itu," ujarnya.

        Untuk memastikan mekanisme tersebut berjalan sesuai rencana, pemerintah juga telah membentuk satuan tugas (satgas) pengawasan penyaluran bansos melalui Kopdes. Satgas tersebut terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Kementerian Koperasi (Kemenkop).

        Baca Juga: APBN Mau Diambil Rp11 Triliun untuk Buka Rekening Massal? Purbaya: Nanti Kita Lihat...

        Selain memastikan penyaluran berjalan, Purbaya melihat keberadaan Kopdes juga berpotensi memangkas kebocoran dalam distribusi barang subsidi. Menurutnya, pengawasan yang lebih ketat dapat membuat subsidi pemerintah lebih tepat sasaran.

        "Saya akan expect penghematan yang signifikan dari barang-barang subsidi yang sebelumnya banyak bocor dimanfaatkan orang," jelas Purbaya.

        Karena itu, Purbaya memperkirakan pemerintah dapat menghemat anggaran subsidi setelah Kopdes mulai beroperasi dan sistem pengawasannya berjalan.

        "Ke depan ketika koperasi sudah mulai jalan dan tim kita memonitor dengan betul, saya akan bisa hemat subsidi cukup banyak," tambah dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: