Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Menjelang dua tahun kepemimpinannya, Presiden Prabowo Subianto dinilai perlu berhati-hati menjaga keberlangsungan pemerintahannya karena sejumlah pihak disebut menginginkannya jatuh.
Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menilai terdapat lima bentuk kemarahan yang bisa dimanfaatkan kelompok yang ia sebut sebagai Geng SOP (Solo, Oligarki, dan Parcok) untuk mengambil alih kekuasaan Prabowo.
"Bapak Presiden @prabowo yth, ada 5 (lima) kemarahan yang dapat dimanfaatkan oleh Geng SOP untuk ambil alih kekuasaan," tulsnya di akun X pribadinya, dikutip Minggu (13/9).
Lima kemarahan tersebut, yaitu:
1. Kemarahan rakyat miskin yang semakin miskin.
2. Kemarahan kelas menengah yang kesulitan mendapatkan BBM.
3. Kemarahan oligarki hitam karena ditertibkan.
4. Kemarahan aktivis dan pendukung Prabowo yang mulai frustrasi karena Presiden tidak bisa lepas dari Geng SOP.
5. Kemarahan pemimpin daerah akibat pemotongan dana daerah.
Sebagai informasi, pada akhir Maret dan April 2026, wacana untuk menjatuhkan atau memakzulkan pemerintahan Prabowo-Gibran sempat dilontarkan secara terbuka oleh beberapa kalangan akademisi dan pengamat.
Baca Juga: Prabowo Pamer Perubahan Indonesia di BRICS, Dari Importir Jadi Eksportir
Pendiri lembaga survei Saiful Mujani dan pakar hukum tata negara Feri Amsari dalam sebuah forum diskusi di Jakarta menyerukan konsolidasi masyarakat sipil, karena menilai kebijakan pemerintah mulai membatasi kritik.
Selain itu, gugatan hukum terbaru dari Denny Indrayana ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait keabsahan ijazah Wapres Gibran Rakabuming Raka juga dicurigai oleh kelompok pendukung pemerintah sebagai bagian dari agenda politik untuk menggoyang stabilitas kepemimpinan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: