Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sisa Satu Periode ini, Prabowo Disebut Bakal Dibikin Pusing dengan Manuver Poros Solo- Poros Cikeas!

        Sisa Satu Periode ini, Prabowo Disebut Bakal Dibikin Pusing dengan Manuver Poros Solo- Poros Cikeas! Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto diprediksi bakal lebih sibuk menghadapi manuver politik dari barisan pendukungnya sendiri menjelang Pilpres 2029.

        Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menilai pergerakan Poros Solo yang dikaitkan dengan Jokowi dan Poros Cikeas yang diasosiasikan dengan kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mulai menunjukkan potensi gesekan di internal kekuasaan.

        Ray mengatakan dinamika tersebut dapat membuat pemerintahan Prabowo tidak hanya menghadapi tekanan dari luar koalisi, tetapi juga harus mengelola kepentingan politik kelompok-kelompok yang berada di dalam dan sekitar pemerintahan.

        "Saya sudah berulang kali mengatakan bahwa pada akhirnya pemerintahan Pak Prabowo ini akan disibukkan oleh tingkah laku dari anggota koalisinya sendiri,” ujar Ray melalui pesan tertulis, Senin (14/9/2026).

        Soliditas koalisi pendukung pemerintahan Prabowo Subianto diprediksi akan menghadapi ujian berat dan friksi internal menuju kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Ray menganalisis bahwa alih-alih fokus penuh pada program kerja, Prabowo justru akan banyak terkuras energinya untuk meredam manuver politik dari barisan pendukungnya sendiri.

        Menurut Ray, bibit-bibit manuver politik dari para tokoh yang berada di lingkaran inti kekuasaan sudah mulai bermunculan ke permukaan dan mencuri perhatian publik.

        "Saya sudah berulang kali mengatakan bahwa pada akhirnya pemerintahan Pak Prabowo ini akan disibukkan oleh apa namanya, tuh, ya, tingkah laku dari anggota koalisinya sendiri," ungkap Ray melalui pesan tertulisnya, Senin (14/9/2026).

        Setidaknya, sambung Ray, ia mencatat ada dua kejadian janggal yang mengindikasikan pergerakan poros ini mulai bermanuver, pertama pernyataan kontroversial ProJo, ketika Ketua Umum ProJo, Budi Arie Setiadi, yang sempat menyinggung soal isu percepatan pemilu.

        Kemudian, keputusan Jokowi menemui Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao. Ray menilai pertemuan ini sangat unik karena dilakukan di luar agenda resmi kenegaraan, terlebih saat Presiden Prabowo sedang melakukan lawatan ke luar negeri, yakni di Rusia.

        "Uniknya pertemuan itu bahkan tanpa kehadiran atau tidak melewati pertemuan resmi pemerintah, ya, karena ketika pertemuan itu terjadi Pak Prabowo sedang berada di Rusia," analisisnya.

        "Poros Cikeas" Tak Mau Ketinggalan

        Riak-riak di dalam kolam koalisi rupanya tidak hanya didominasi oleh Poros Solo. Menurut Ray, aksi-aksi politik dari kubu Jokowi tersebut kemudian langsung direspons dan disambut dengan manuver balasan dari "Poros Cikeas".

        Ia menyebut Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), juga mulai menunjukkan manuver-manuver politiknya untuk mengimbangi pergerakan kubu Solo.

        Tarik-menarik kepentingan antarporos di dalam internal pemerintahan inilah yang dikhawatirkan Ray akan merepotkan posisi Prabowo sebagai nakhoda utama koalisi dalam beberapa tahun ke depan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: