Dipecat PDIP Usai Sowan Jokowi, Achmad Bongkar Kader DPP hingga Kepala Daerah Juga Datang ke Solo
Kredit Foto: Istimewa
Eks Wakil Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya Achmad Hidayat buka suara setelah dirinya dipecat dari partai buntut kunjungannya ke kediaman Joko Widodo di Solo. Achmad mengklaim bukan hanya dirinya yang datang menemui Jokowi, karena sejumlah kader PDIP lain yang memiliki jabatan strategis juga disebut melakukan hal serupa.
Menurut Achmad, kader yang datang ke rumah Jokowi bahkan berasal dari berbagai level, mulai dari pengurus DPP hingga anggota DPR RI serta kepala daerah. Namun, dia menyebut sebagian dari mereka memilih tidak mempublikasikan kunjungannya sehingga tidak menjadi sorotan seperti dirinya.
"Loh, saya loh, kalau umpamanya saya masih kader PDIP, kader PDIP [lain] yang ke sana [rumah Jokowi] yang jabatannya DPP, DPR RI, bahkan Bupati, Wali Kota banyak ke sana tapi diam-diam," ujar Achmad saat menjelaskan persoalan tersebut, Senin (14/9/2026).
Achmad mengatakan dirinya justru terbuka mengenai kunjungannya karena memilih mempublikasikan momen tersebut. Ia menilai keputusan itu berkaitan dengan prinsip yang dia pegang sebagai kader PDIP, bukan karena memiliki agenda politik tersembunyi.
"Loh, saya jelas saya posting karena apa? Saya memiliki prinsip bahwa AD/ART-nya PDI menganut Pancasila 1 Juni, Undang-Undang Dasar 45, dan Bhinneka Tunggal Ika," kata Achmad.
Kunjungan tersebut kemudian menjadi persoalan setelah Achmad menyampaikan usulan agar PDIP mempertimbangkan pemulihan status Jokowi sebagai kader. DPP PDIP menilai tindakan itu sebagai bentuk pembangkangan karena Achmad dianggap tidak memiliki kewenangan untuk mengambil sikap tersebut atas nama partai.
Achmad sendiri mengaku kunjungannya ke rumah Jokowi dilakukan atas inisiatif pribadi pada Juli 2026. Ia menyebut dirinya datang tanpa mengenakan atribut partai dan hanya bermaksud bersilaturahmi setelah sebelumnya melakukan ziarah di Ponorogo.
Baca Juga: PSI Sebut Rocky Gerung Sudah 'Kena Batunya' Akibat Serang Jokowi
Dalam pertemuan tersebut, Achmad mengatakan dirinya hanya bersalaman, berfoto, dan berbincang singkat dengan Jokowi. Ia kemudian harus memberikan penjelasan kepada Komite Etik PDIP mengenai alasan dan isi pembicaraan dalam kunjungannya ke Solo.
"Lalu apa yang kamu bicarakan di sana? Loh, ndak bicara apa-apa, salaman, habis gitu foto," ujar Achmad menirukan pertanyaan yang diterimanya saat menjalani pemeriksaan etik.
Meski menggambarkan pertemuan itu sebagai silaturahmi biasa, Achmad mengaku sempat menanyakan hubungan Jokowi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia juga bertanya apakah Jokowi memiliki keinginan untuk kembali bertemu dengan Megawati demi menjaga kekompakan dalam kehidupan berbangsa.
Menurut Achmad, Jokowi saat itu menyatakan tidak memiliki persoalan dengan Megawati dan masih membuka kemungkinan pertemuan pada suatu waktu. Pernyataan tersebut kemudian ikut disampaikan Achmad ketika dirinya dimintai keterangan oleh Komite Etik PDIP.
"'Saya ndak ada masalah dengan Ibu Mega, dan suatu saat nanti mesti akan ketemu'," ujar Achmad menirukan jawaban Jokowi. Ia menyebut pembicaraan tersebut hanya menjadi bagian dari percakapan saat dirinya bersilaturahmi dan tidak disertai pembahasan mengenai manuver politik tertentu.
Komite Etik PDIP kemudian disebut mencurigai adanya motif politik lain di balik kunjungan tersebut, termasuk rumor bahwa Achmad akan berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Achmad membantah tudingan itu dan menegaskan tidak pernah membicarakan rencana perpindahan partai dengan pihak mana pun.
Pemecatan Achmad akhirnya menjadi keputusan DPP PDIP setelah proses klarifikasi Komite Etik dan Disiplin pada 26 Agustus 2026. Selain kunjungan ke Jokowi dan pernyataan soal rehabilitasi statusnya sebagai kader, DPP juga mencantumkan sejumlah pelanggaran etik lain dalam keputusan pemecatan tersebut.
Bagi Achmad, persoalan tersebut kini bukan hanya soal dirinya yang kehilangan status sebagai kader PDIP. Pernyataannya mengenai kader DPP, anggota DPR RI, bupati, dan wali kota yang disebut juga pernah datang ke rumah Jokowi membuat polemik tersebut kembali menyentuh pertanyaan tentang bagaimana hubungan kader PDIP dengan Jokowi dipandang oleh partai.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama