Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PSSI Terlalu Ambisius? Erick Thohir Minta Maaf, Target Timnas Indonesia Tetap Tinggi

        PSSI Terlalu Ambisius? Erick Thohir Minta Maaf, Target Timnas Indonesia Tetap Tinggi Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Erick Thohir terang-terangan mengakui bahwa PSSI memiliki ambisi besar terhadap Timnas Indonesia. Ketua Umum PSSI itu bahkan meminta maaf apabila target yang dibawa federasi dinilai terlalu tinggi oleh publik.

        Pernyataan tersebut muncul menjelang FIFA ASEAN Cup 2026, ketika ekspektasi terhadap skuad Garuda kembali menjadi sorotan. Erick menegaskan bahwa ambisi tersebut bukan sekadar keinginan pribadi, melainkan bagian dari visi yang ingin dibangun PSSI untuk sepak bola Indonesia.

        "Jadi semuanya saya rasa tadi yang disampaikan Coach John bahwa PSSI hari ini ambisius, Ketua Umumnya ambisius, ya saya mengucapkan mohon maaf," kata Erick di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Senin (10/8/2026).

        Meski meminta maaf soal ambisi besar tersebut, Erick tidak menunjukkan tanda-tanda akan menurunkan target Timnas Indonesia. Ia justru menegaskan bahwa skuad Garuda tetap harus memiliki mimpi setinggi mungkin.

        "Ya tidak lain ini bagian dari yang kami presentasikan kepada FIFA setelah tragedi Kanjuruhan waktu itu," ujarnya. Erick menilai target besar dibutuhkan agar pembenahan sepak bola nasional memiliki arah yang jelas.

        Target tersebut juga tidak berhenti pada satu turnamen saja. PSSI melihat FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai salah satu bagian dari perjalanan panjang menuju target yang lebih besar di level Asia dan dunia.

        Erick menyebut Indonesia sempat memiliki target lolos ke Piala Dunia 2038, tetapi momentum perkembangan sepak bola membuat target tersebut ingin dipercepat. Ia kemudian mengingatkan bahwa proses menuju target tersebut tetap harus dijaga dari hari ke hari.

        "Kami ingin lolos Piala Dunia tahun 2038 kalau tidak salah, cuma kemarin kami lihat ada momentum, kami percepat kebangkitan bola kita," kata Erick. "Ya, mohon maaf kalau dilihat dengan perspektif yang berbeda. Kami harus punya mimpi setinggi-tingginya, ya proses dan kesehariannya yang kami harus jaga," lanjutnya.

        Di level terdekat, ambisi tersebut terlihat dari keinginan PSSI untuk membawa Timnas Indonesia meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026. Pelatih John Herdman juga disebut sudah memahami bahwa federasi memasang target tinggi sejak awal bekerja bersama skuad Garuda.

        "Kamu tahu, Pak Erick membawa saya ke sini karena dia menjanjikan mimpi lolos ke Piala Dunia 2030. Dia punya ambisi besar untuk finis di delapan besar Piala Asia 2027, dan memenangkan trofi [FIFA ASEAN Cup], menjadi yang pertama," ujar Herdman.

        Target itu membuat FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi ujian awal bagi proyek besar yang sedang dibangun PSSI. Indonesia tidak hanya dituntut tampil kompetitif, tetapi juga mulai menunjukkan kemampuan bersaing untuk memperebutkan gelar.

        Baca Juga: PSSI Ingin Liga Putri Indonesia Dipimpin Wasit Wanita Sepenuhnya, Ada Tantangan Personel

        Erick menyadari tantangan tersebut tidak ringan karena negara-negara Asia Tenggara juga terus melakukan persiapan. Karena itu, ia mengingatkan agar ambisi Indonesia tetap dibarengi keseriusan dalam proses dan tidak hanya berhenti pada target di atas kertas.

        "Ya ini hal yang tentu kesempatan baik, tapi juga kita jangan menutup mata karena banyak sekali tim-tim Asia Tenggara juga mempersiapkan timnya dengan serius," ujar Erick.

        Di sisi lain, Erick menyerahkan urusan teknis Timnas Indonesia kepada John Herdman sebagai pelatih kepala. Menurutnya, Herdman memiliki tugas untuk menjelaskan kondisi tim sekaligus menyelaraskan ekspektasi publik dengan target yang telah dibangun PSSI.

        "Dan di lain pihak tentu nanti Coach John [Herdman] akan menjelaskan mengenai Timnas Indonesia. Ya tentu ekspektasi dari masyarakat semua, pasti yang ada di sini termasuk saya, ingin Timnas juara," tuturnya.

        Permintaan maaf Erick bukan berarti PSSI mengendurkan target terhadap Timnas Indonesia. Sebaliknya, federasi tetap membawa ambisi besar, sementara Herdman mendapat tugas mengubah ambisi tersebut menjadi proses dan prestasi di lapangan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: