Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Heboh! Habib Rizieq sebut AS dan Eropa Mau Boikot Indonesia Gegara QRIS, Minta Prabowo Jangan Tunduk!

        Heboh! Habib Rizieq sebut AS dan Eropa Mau Boikot Indonesia Gegara QRIS, Minta Prabowo Jangan Tunduk! Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS), melontarkan pernyataan mengejutkan terkait tren penggunaan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Tanah Air.

        Ia mengklaim bahwa masifnya penggunaan QRIS oleh masyarakat telah membuat negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat (AS) dan Eropa, merasa kepanasan alias kalang kabut.

        Menurut Habib Rizieq, ketakutan negara-negara Barat tersebut bahkan berujung pada ancaman serius berupa embargo dan boikot ekonomi terhadap Indonesia.

        "Dia katakan kalau Indonesia pakai QRIS maka kami akan embargo Indonesia. Kami akan boikot Indonesia. Kami akan persulit utangnya. Kenapa? Karena mereka kalang kabut," ungkap Habib Rizieq dalam pernyataannya.

        Lebih jauh, Habib Rizieq membeberkan analisisnya terkait alasan di balik kepanikan AS dan Eropa. Menurutnya, hal ini murni persoalan perputaran arus uang.

        Ia menyebutkan bahwa sistem QRIS memungkinkan perputaran uang tetap berada di dalam negeri dan dinikmati langsung oleh masyarakat Indonesia. Kondisi ini diklaim merugikan sistem keuangan Barat yang selama ini mendominasi pasar global.

        Dengan QRIS, banyak uang masyarakat beredar dan masuk ke tangan orang Indonesia sendiri. Menurut HRS, pihak asing mendesak agar Indonesia kembali menggunakan jaringan pembayaran milik mereka.

        "Mereka maunya kita bukan pakai QRIS, Saudara. Maunya nih kita pakai Visa, kartu Visa dan kartu sejenisnya. Jadi kalau kita bayar, uangnya masuk ke mereka lagi," paparnya.

        Buntut dari tekanan asing tersebut, Habib Rizieq menyebut bahwa saat ini Indonesia sedang berada dalam posisi tawar-menawar (bargaining) yang sulit. Ia pun mempertanyakan ketegasan dan nyali pemerintah, khususnya Presiden, dalam mempertahankan sistem QRIS.

        Ia mewanti-wanti bahwa jika pemerintah bersikap lembek, masyarakat harus bersiap menghadapi kemungkinan sistem pembayaran praktis kebanggaan Indonesia tersebut dihapus demi menuruti kemauan Barat.

        "Nah, ini sekarang lagi tawar-menawar. Nah, kita kuat apa enggak? Itu aja persoalannya. Kalau kita kuat, lawan terus. Tapi kalau besok kita enggak kuat, presiden saja tidak berdaya, Saudara mau bilang apa? Ujung-ujungnya terpaksa QRIS dihapus, Saudara," tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: