Kredit Foto: BPMI
Pengamat politik Adi Prayitno menilai poros Solo di bawah komando Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berpotensi tengah menyiapkan strategi untuk head to head dengan Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2029.
Persiapan ini disebut dilakukan untuk menghadapi kemungkinan jika Gibran Rakabuming Raka tidak kembali diusung sebagai cawapres Prabowo.
Spekulasi yang beredar menyebut Solo mulai mencoba menggandeng Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang elektabilitas dan popularitasnya disebut melampaui Prabow
"Apalagi belakangan ini cukup ramai bagaimana Solo katanya mencoba untuk menggandengkan dengan KDM, Kang Dedi Mulyadi, sebagai gubernur yang katanya memiliki elektabilitas dan popularitas yang cukup tinggi," ujarnya dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Senin (4/9).
Berdasarkan rilis survei nasional terbaru pertengahan 2026, elektabilitas Dedi Mulyadi tercatat berhasil melampaui Prabowo.
Baca Juga: Ini Alasan Mahfud MD Panggil Jokowi dengan Nama Mulyono
Dalam simulasi semi-terbuka calon presiden survei SMRC pada Juli 2026, Dedi Mulyadi menempati urutan teratas dengan elektabilitas 35,0%, sedangkan Prabowo Subianto berada di posisi kedua dengan 14,5%. Dalam simulasi head-to-head, Dedi bahkan unggul telak 59% berbanding 28,3%.
Survei Tempo Data Science pada Agustus 2026 juga menunjukkan tren serupa, di mana Dedi Mulyadi memimpin dengan elektabilitas 41%, sementara Prabowo Subianto hanya 15%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: