Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ini Alasan Mahfud MD Panggil Jokowi dengan Nama Mulyono

Ini Alasan Mahfud MD Panggil Jokowi dengan Nama Mulyono Kredit Foto: Rena Laila Wuri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkap alasan di balik pernyataannya yang sempat menjadi sorotan karena menyebut Presiden Joko Widodo dengan nama Mulyono.

Mahfud menjelaskan persoalan tersebut saat menjadi bintang tamu dalam siniar di kanal YouTube NOTASLIMBOY TV yang dipandu Sammy Notaslimboy dan Rindra Danantara pada 13 September 2026.

Dalam perbincangan itu, Mahfud ditanya mengenai sikapnya yang dinilai semakin kritis setelah pemilu. Salah satu yang kembali disinggung adalah ketika dirinya menggunakan nama Mulyono saat menyampaikan kritik terhadap Jokowi melalui sebuah media.

Mahfud mengatakan sebutan tersebut muncul ketika kritik terhadap Presiden Jokowi sedang menguat. Saat itu, situasi politik juga diwarnai dugaan manuver untuk membuka jalan bagi Kaesang Pangarep mengikuti kontestasi politik, tidak lama setelah Gibran Rakabuming Raka maju dalam kontestasi politik.

Mahfud menyebut dirinya ketika itu mendapat pertanyaan mengenai pihak yang dinilai bertanggung jawab atas persoalan tersebut.

"Pada waktu itu ditanya, saya bicara ini salah secara politik, tidak benar secara etik maupun aturan. Siapa yang salah? Lalu saya bilang, 'Ya, Mulyono'," kata Mahfud.

Mahfud kemudian menjelaskan bahwa nama Mulyono bukanlah nama yang dibuat-buat. Ia merujuk pada sebuah wawancara yang ditayangkan beberapa hari sebelum pernyataannya tersebut.

Dalam wawancara itu, Jokowi disebut mengonfirmasi kepada seorang jurnalis bahwa Mulyono merupakan nama yang diberikan kepadanya saat lahir. Nama tersebut kemudian diganti karena dalam tradisi Jawa diyakini terlalu berat untuk disandang atau disebut kabotan jeneng.

Mahfud mengakui penggunaan nama Mulyono dalam kritiknya memang memiliki unsur satire. Namun, ia menegaskan nama tersebut bukanlah nama fiktif.

"Sambil setengah ngeledek juga, tapi juga tidak ngeledek karena memang namanya Mulyono," ujar Mahfud.

Baca Juga: Pernah Menepi dari Politik, Ahok Belajar Piano karena Penjara

Ia juga menanggapi pandangan yang menganggap penyebutan tersebut merupakan bentuk sindiran personal kepada mantan atasannya. Mahfud menilai persoalan itu masih berada dalam ruang dinamika politik.

Menurut Mahfud, Kaesang Pangarep juga pernah ikut meramaikan isu tersebut dengan membuat dan mengenakan kaus yang memuat siluet nama Mulyono.

Mahfud berpandangan, jika persoalan nama tersebut juga menjadi bagian dari ekspresi di lingkungan keluarga, penggunaan nama itu dalam kritik politik yang disampaikannya sebagai pihak di luar pemerintahan merupakan bagian dari dinamika politik yang wajar.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat