Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Viral Loyalis Megawati Dipecat Tak Lama Usai Sowan ke Jokowi: Padahal Kami Hanya Silaturahmi Biasa

        Viral Loyalis Megawati Dipecat Tak Lama Usai Sowan ke Jokowi: Padahal Kami Hanya Silaturahmi Biasa Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemecatan Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surabaya Achmad Hidayat menjadi sorotan setelah waktunya disebut tidak lama setelah ia berkunjung ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

        Achmad mengaku diberhentikan dari keanggotaan partainya melalui surat keputusan bertanggal 4 September 2026.

        Baca Juga: Gugatan Denny Indrayana Soal Ijazah Gibran 'Terlambat' Dua Tahun

        Sebelum keputusan tersebut terbit, ia diketahui berkunjung ke rumah Jokowi di Juli 2026. Ia kemudian mengunggah momen pertemuan tersebut di media sosial.

        Achmad menegaskan kunjungan itu tidak dilakukan atas nama partai dan tidak membawa agenda politik tertentu, apalagi dari PDIP.

        “Betul. Saya ke rumah beliau itu kurang lebih bulan Juli ya. Hanya jadi silaturahmi, lalu saya posting di Instagram itu. Nah, Bulan Agustus ada usulan pemecatan dari DPC Kota Surabaya ke DPP. Saya dipanggil oleh DPP,” kata Achmad, dikutip Selasa (14/9/2026).

        Menurutnya, kunjungan tersebut dilakukan atas inisiatif pribadi setelah dirinya berziarah ke makam Mbah Hasan Besari di Ponorogo.

        Ia juga memastikan dirinya tidak mengenakan atribut partai ketika bertemu Jokowi.

        “Saya pakai pakaian putih netral, atas inisiatif saya sendiri,” ujarnya.

        Achmad datang bersama sejumlah rekannya, termasuk kader senior partai dan pihak swasta. Ia mengatakan pertemuan dengan mantan presiden itu berlangsung dalam suasana silaturahmi.

        Ia juga mengaku sempat membicarakan hubungan kebangsaan dri Jokowi dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

        Adapun Achmad mengunggah foto kunjungan itu ke media sosial. DPC PDI-P Surabaya tak lama setelah itu kemudian mengusulkan pemecatan Achmad.

        Achmad sendiri selanjutnya menjalani sidang Komite Etik dan Disiplin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di 26 Agustus 2026.

        Dalam sidang tersebut, ia mengaku ditanya mengenai dugaan langkah politik lain, termasuk isu dirinya akan pindah ke PSI.

        Achmad membantah isu tersebut.

        “Sampai saat ini belum ada dan tidak ada pembicaraan perihal itu. Kan kami itu hanya silaturahmi biasa. Lah, saya ini loh siapa? Cuma kader biasa, sudah dua tahun digitu-gitukan terus,” jelasnya.

        Setelah sidang etik, ia bersama rekannya sempat menyampaikan tiga poin sikap kader. Salah satunya meminta partai tersebut mempertimbangkan rehabilitasi nama Jokowi.

        Namun, keputusan pemecatan tetap diterbitkan.

        Achmad mengaku menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.

        “Ya, saya menyampaikan terima kasih sudah diberikan kesempatan. Saya dulu bisa memenangkan Pilkada Eri-Armuji dan Pilgub Bu Risma di Surabaya. Sekalipun sumbangsih saya kecil sekali secara politik di partai, saya berterima kasih,” ucapnya.

        Baca Juga: Dokter Tifa: Saya Tak Pernah Salah Memprediksi Siapa Presiden Terpilih, Termasuk Prabowo

        Adapun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) buka suara terkait dengan pemecatan dari Achmad. Pihaknya membantah bahwa pemecatan itu semata-mata karena pertemuannya dengan Jokowi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: