Rintis Bisnis Gadget dari Nol, Cerita Inggrid Store Bawa Misi Ciptakan Lapangan Kerja
Kredit Foto: Istimewa
Bagi sebagian pelaku usaha, keberhasilan bisnis identik dengan pertumbuhan omzet dan keuntungan. Namun, Raihandy, wirausahawan muda asal Jakarta, melihat keberhasilan usaha dari sudut pandang berbeda.
Pria yang akrab disapa Raihan itu menilai bisnis tidak hanya harus menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.
Pemikiran tersebut terbentuk dari pengalaman Raihan sejak kecil. Lahir pada 13 Februari 1999 sebagai anak sulung dari dua bersaudara, ia tumbuh di lingkungan keluarga pedagang kios di Pasar Kebayoran Lama.
Lingkungan pasar membuatnya mengenal aktivitas perdagangan sejak dini. Pengalaman tersebut kemudian berlanjut ketika ia mulai membangun usaha secara mandiri semasa sekolah.
Perjalanan bisnis Raihan tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah menjalani kuliah sambil bekerja di perusahaan IT, mengelola bisnis start-up digital yang terdampak pandemi, hingga mengalami keterpurukan setelah kecelakaan tunggal pada 2024.
Pengalaman tersebut membentuk pandangannya mengenai arti kesempatan untuk bekerja dan memperbaiki taraf hidup. Dari sana, Raihan kemudian membawa prinsip memanusiakan manusia dalam usaha yang kini dirintisnya.
Saat ini, ia bersama pasangannya membangun bisnis jual-beli dan ritel gadget melalui Inggrid Store. Usaha tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengejar pertumbuhan penjualan, tetapi juga menjadi sarana membuka kesempatan kerja.
“Visi pribadi saya adalah menjadi sosok yang tangguh, berintegritas, dan terus bertumbuh melampaui berbagai kegagalan. Saya ingin menjadi pemimpin yang mampu memberikan dampak nyata serta benar-benar memanusiakan manusia di sekitar saya,” ujar Raihan.
Prinsip tersebut ingin diterapkan dalam lingkungan kerja Inggrid Store. Raihan berkomitmen membangun tempat kerja yang kondusif dan suportif serta menghargai potensi setiap individu.
Karyawan, menurut dia, tidak semata-mata diposisikan sebagai bagian dari operasional bisnis. Mereka juga diharapkan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan membangun etos kerja sehingga dapat tumbuh secara mandiri.
Raihan mengatakan, pembukaan lapangan kerja menjadi salah satu tujuan utama dalam membangun kembali bisnisnya dari nol.
“Sekarang saya berikhtiar memulai bisnis jual-beli gadget. Harapan terbesarnya bersama istri, dari merintis usaha dari nol ini, kami bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak mungkin untuk masyarakat,” katanya.
Baca Juga: TipTip Group Masuk Bisnis B2B Pariwisata, Bidik Transaksi Atraksi Lokal
Pengalaman melewati berbagai fase bisnis membuat Raihan melihat kegagalan sebagai bagian dari proses membangun usaha. Pengalaman dari lingkungan pasar, menjalankan bisnis dengan keterbatasan modal, hingga kembali merintis usaha bersama pasangan menjadi bekal dalam menentukan langkah bisnis.
Melalui Inggrid Store, Raihan ingin membangun usaha yang tidak hanya berorientasi pada transaksi dan keuntungan. Ia berharap bisnis tersebut dapat berkembang sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi lebih banyak orang melalui penciptaan lapangan pekerjaan.
Raihan juga meyakini usaha yang dibangun dengan semangat pemberdayaan memiliki dasar yang kuat untuk menghadapi persaingan bisnis. Prinsip tersebut menjadi landasan dalam upayanya mengembangkan Inggrid Store dari titik awal.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: