Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dari Kebumen ke Pasar Nasional, Ini Perjalanan Fajar Ahmadi Membangun Genteng Sokka ID

Dari Kebumen ke Pasar Nasional, Ini Perjalanan Fajar Ahmadi Membangun Genteng Sokka ID Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, banyak pelaku usaha tradisional menghadapi tantangan untuk tetap relevan dan mampu bersaing. Namun kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi Fajar Ahmadi, pengusaha asal Kebumen yang berhasil membawa bisnis penjualan Genteng Sokka ke pasar yang lebih luas melalui transformasi digital.

Fajar merupakan pemilik Genteng Sokka ID, sebuah usaha yang bergerak di bidang penjualan Genteng Sokka asli Kebumen. Berbekal pengalaman panjang di bidang digital marketing dan pengembangan bisnis offline maupun online, ia berhasil mengubah pola pemasaran yang sebelumnya konvensional menjadi lebih modern dan menjangkau pelanggan dari berbagai daerah.

“Sebagai putra asli Kebumen, saya melihat Genteng Sokka merupakan produk yang sudah sangat dikenal masyarakat, khususnya di Jawa Tengah. Dengan pengalaman yang saya miliki, saya membawa bisnis yang sebelumnya hanya berjalan secara konvensional ke ranah digital yang skalanya lebih luas,” ujar Fajar.

Menurutnya, langkah digitalisasi tersebut bukan hanya bertujuan meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk lokal yang memiliki sejarah panjang. Saat ini, bisnis yang dijalankannya telah berbadan hukum melalui CV Genteng Sokka Indonesia sehingga mampu memberikan jaminan layanan yang lebih profesional kepada pelanggan.

Kepercayaan menjadi nilai utama yang selalu dijaga dalam menjalankan usaha. Fajar menilai bahwa pelanggan tidak hanya membeli produk, tetapi juga membeli rasa aman dan keyakinan bahwa barang yang diterima sesuai dengan harapan.

“Salah satu hal yang paling kami benahi adalah kualitas barang yang dikirim serta jaminan garansi ketika terjadi kendala pengiriman maupun kerusakan barang. Garansi yang kami berikan bukan sekadar formalitas, tetapi saya sendiri yang turun langsung memantau proses logistik pengiriman,” kata lulusan Universitas Amikom Yogyakarta itu.

Genteng Sokka sendiri merupakan salah satu produk khas Kebumen yang memiliki nilai historis tinggi. Produk ini bahkan telah diakui sebagai produk indikasi geografis dan keberadaannya sudah dikenal sejak masa kolonial Belanda.

Melihat potensi tersebut, Fajar berupaya menghadirkan pendekatan baru dalam memasarkan produk tradisional tersebut. Ia menggabungkan kekuatan sejarah dan kualitas produk dengan strategi branding serta pemasaran digital yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen saat ini.

“Dulu orang harus datang langsung ke lokasi untuk membeli material bangunan. Sekarang pelanggan bisa memesan secara online dan bahkan membayar di tempat. Namun yang terpenting, kualitas dan garansinya tetap terjamin,” ujarnya.

Selain mengandalkan kemudahan transaksi, Genteng Sokka ID juga menaruh perhatian besar terhadap kualitas produk. Fajar menjelaskan bahwa setiap genteng diproduksi melalui proses yang sesuai standar, mulai dari penggilingan bahan baku, percetakan, penjemuran hingga pembakaran. Sebelum dikirim kepada pelanggan, produk juga melalui proses penyortiran sebanyak dua kali untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga.

Di balik keberhasilannya mengembangkan usaha, Fajar mengaku memegang dua prinsip utama, yakni kejujuran dan pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

“Nomor satu tentu kejujuran. Nomor dua adalah pengembangan bisnis. Dunia usaha terus berubah dan pelaku usaha harus mampu mengikuti perkembangan. Bukan hanya digitalisasi, tetapi juga memahami perubahan teknologi dan algoritma yang bergerak sangat cepat,” ungkap Fajar yang membranding usahanya melalui akunIG @gentengsokka.id dan akun Tiktok @gentengsokka.id.

Pengalaman bertahun-tahun di dunia digital marketing menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan. Ia mengaku banyak belajar dari kegagalan yang pernah dialami, sehingga memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat ketika menghadapi perubahan pasar.

Ke depan, Fajar memiliki target untuk memperluas bisnisnya ke sektor material bangunan yang lebih luas. Tidak hanya berfokus pada genteng, ia juga ingin mengembangkan produk-produk material lainnya yang dapat diproduksi dan dipasarkan secara mandiri.

“Untuk jangka panjang, saya ingin membawa bisnis ini ke skala yang lebih besar di bidang material. Tidak hanya genteng, tetapi juga material lain yang bisa kami produksi dan pasarkan,” katanya.

Bagi Fajar, perjalanan membangun Genteng Sokka ID bukan sekadar aktivitas bisnis. Baginya, usaha ini merupakan perpaduan antara kecintaannya pada dunia manufaktur dan pemasaran yang telah menjadi bagian dari kehidupannya selama bertahun-tahun.

“Kombinasi antara manufaktur dan marketing sudah menjadi keseharian saya. Secara tidak langsung, ini menjadi hobi yang menghasilkan,” tuturnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: