Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Setengah Hati Dukung Prabowo? Siap-siap Kena Reshuffle

        Setengah Hati Dukung Prabowo? Siap-siap Kena Reshuffle Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat politik Adi Prayitno memperingatkan menteri-menteri dari partai politik di Kabinet Merah Putih yang dianggap setengah hati mendukung Presiden Prabowo Subianto.

        Menurut Adi, setelah Purbaya Yudhi Sadewa dicopot sebagai Menteri Keuangan dalam reshuffle kabinet pada Senin (14/9/2026), perombakan berikutnya berpotensi terjadi menjelang tahun politik 2027 atau memasuki dua tahun masa pemerintahan Prabowo.

        Adi menegaskan, reshuffle kali ini bukan semata soal kinerja, melainkan soal loyalitas terhadap kekuasaan.

        "Reshuffle juga akan terjadi bagi mereka menteri-menteri yang berasal dari partai politik yang loyalitas dan militansinya terhadap kekuasaan dan dukungannya yang dianggap setengah hati, pasti akan menjadi catatan penting yang tinggal nunggu waktu menterinya akan diganti," Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Rabu (16/9).

        Ia menekankan bahwa menteri-menteri dari partai politik yang dukungannya dianggap setengah hati berpotensi diganti.

        "Apakah dukungannya penuh? Insyaallah mungkin maka menterinya akan aman. Tapi ingat, kalau loyalitas dukungannya terhadap kekuasaan hari ini cuman setengah hati, tidak total 100%, rasa-rasanya tinggal nunggu waktu menterinya akan diganti," ujarnya.

        Baca Juga: Peringatan Keras Pakar: Menkeu Baru Usai Purbaya Bisa Terancam Penjara Jika Nekat Ikuti Perintah Ini

        Adi menambahkan, alasan normatif seperti kinerja memang selalu disebut, namun dalam praktik politik Indonesia, faktor loyalitas, soliditas, dan dukungan terhadap pemerintah sering kali menjadi variabel penentu. 

        "Saya termasuk yang meyakini bahwa soal loyalitas menjadi salah satu faktor variabel yang di kemudian hari akan menjadi faktor determinan kenapa sang menteri, khususnya dari partai politik, itu diganti dan dicopot," ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: