Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ekonom Senior: Sejak Awal Purbaya Tak Cocok Jadi Menkeu

        Ekonom Senior: Sejak Awal Purbaya Tak Cocok Jadi Menkeu Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ekonom senior Ferry Latuhihin menilai Purbaya Yudhi Sadewa sejak awal memang tidak cocok menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu). Penilaian tersebut disampaikannya setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya dari jabatan Menkeu pada Senin (14/9/2026) dan menggantinya dengan Suahasil Nazara.

        Purbaya sendiri mengetahui dirinya terkena reshuffle melalui sambungan telepon saat menghadiri rapat bersama DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Setelah menerima panggilan dari Istana, Purbaya langsung meninggalkan Gedung DPD RI.

        Menurut Ferry, cara pencopotan Purbaya bukan persoalan utama karena hanya menyangkut teknis. "Buat saya enggak penting mendadak atau mendidik ya, yang penting bahwa Purbaya memang diganti ke Suahasil. Caranya tidak penting karena memang kalau kita lihat flashback, dari awal pun sebetulnya saya adalah orang yang pertama mengatakan di ruangan ini ketika Purbaya diangkat pada waktu itu, "He is not the right man untuk menjadi Menkeu", itu setahun yang lalu loh," katanya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Rabu (16/9/2026).

        Ferry mengaku pernah menjadi orang pertama yang ditanya mengenai apakah Purbaya merupakan sosok yang tepat untuk menduduki posisi Menkeu. Ia mengatakan telah mengenal Purbaya sejak 2000 ketika keduanya berada di Danareksa dan sejak awal merasa Purbaya tidak akan bertahan lama sebagai Menkeu.

        "Saya yang pertama dipanggil ditanya apakah ini orang yang tepat? Saya bilang, saya tahu dia sejak tahun 2000, kita sama-sama di Danareksa. Dan ternyata memang boleh dibilang feeling saya bahwa dia tidak akan bertahan lama, ya itu memang dari sejak awal dia diangkat," ujar Ferry.

        Ferry kemudian mempertanyakan alasan di balik pergantian Purbaya yang berlangsung secara tiba-tiba. "Nah, sekarang kembali ke pertanyaan awal. Apakah ini mendadak? Kalau kita bicara soal mendadak kan cuman masalah teknis ya. Ini ada apa sih sebetulnya sampai dadak-dadakan begini gitu ya," ucapnya.

        Dari sisi kapasitas, Ferry menilai Purbaya merupakan sosok yang ingin "bermain dua kaki". Menurutnya, Purbaya di satu sisi ingin menjaga kredibilitas, tetapi di sisi lain harus melayani prioritas program-program strategis pemerintah.

        "Kalau saya melihat dari segi kapasitas bos. Dari segi kapasitasnya, ini tipe yang menurut saya nanti kita akan nyambung dengan masalah kredibilitas dan prioritas ya. Purbaya ini tipe yang ingin, katakanlah, bermain dua kaki," kata Ferry. "Di satu pihak dia ingin kredibel, di lain pihak dia ingin sama sekali men-service, melayani prioritas program-program yang disebut program strategis," jelasnya.

        Ferry menilai Purbaya menghadapi kendala anggaran yang luar biasa sehingga mengalami kesulitan dalam mengelola fiskal selama menjabat Menkeu. Kondisi tersebut, menurut Ferry, membuat Purbaya berupaya mengutak-atik saldo anggaran lebih dan penerimaan pajak untuk menyeimbangkan kredibilitas dengan prioritas pemerintah.

        Baca Juga: Peringatan Keras Pakar: Menkeu Baru Usai Purbaya Bisa Terancam Penjara Jika Nekat Ikuti Perintah Ini

        "Dia mengalami budget constraint yang luar biasa sampai kelimpungan, akhirnya cuma bisa memain-mainkan SAL (Saldo Anggaran Lebih), pajak diobok-obok supaya pendapatan pajak mungkin tambah banyak. Dia sudah mengerahkan katanya juga TNI-Polri untuk ngejar-ngejar pajak ke daerah-daerah," papar Ferry.

        Ferry menyimpulkan Purbaya berupaya menyeimbangkan kredibilitas fiskal dengan prioritas program yang menjadi perhatian Presiden Prabowo. "Jadi dia berusaha menyeimbangkan kredibilitas dan prioritas. Prioritas tadi adalah prioritas program-program yang disayang oleh Pak Presiden," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: