Gagal Kelabui Iran Pakai Kapal Sipil, Militer AS Kena Tembak
Kredit Foto: Associated Press
Serangan Iran di sekitar Selat Hormuz mengungkap keberadaan personel Amerika Serikat (AS) di atas sebuah kapal yang disebut sebagai kapal sipil. Kapal tersebut ternyata merupakan kapal yang dikontrak pemerintah AS.
Informasi itu terungkap setelah dua sumber mengatakan kepada Fox News bahwa kapal tersebut menjadi sasaran serangan Iran pada awal pekan ini, sebagaimana dikutip Al Mayadeen, Kamis (17/9/2026).
Menurut laporan Fox News, serangan melibatkan empat drone Iran dan sedikitnya satu rudal. Salah satu proyektil dilaporkan mengenai kapal dan menyebabkan sejumlah luka ringan, termasuk akibat menghirup asap.
Para korban kemudian mendapat perawatan di salah satu negara Teluk. Beberapa personel AS disebut berada di atas kapal ketika serangan berlangsung.
Keberadaan personel AS menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian dalam insiden tersebut. Kapal itu disebut sebagai kapal tanker minyak sipil, tetapi pada saat yang sama diketahui memiliki kontrak dengan pemerintah AS.
Fox News belum menjelaskan secara rinci bentuk kontrak kapal dengan pemerintah AS. Peran personel Amerika yang berada di atas kapal serta misi yang sedang dijalankan juga belum diungkap secara jelas.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai tujuan kapal berada di sekitar Selat Hormuz. Belum diketahui apakah kapal tersebut hanya menjalankan tugas pengangkutan atau memiliki misi lain.
Sejauh informasi yang tersedia, belum ada penjelasan resmi yang menunjukkan kapal tersebut digunakan untuk operasi militer maupun intelijen AS.
Karena itu, dugaan bahwa kapal sipil tersebut berkaitan dengan operasi militer atau intelijen masih sebatas spekulasi. Minimnya informasi mengenai kontrak, personel dan misi kapal menjadi dasar munculnya pertanyaan tersebut.
Sehari sebelum informasi mengenai kapal yang dikontrak AS tersebut muncul, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengumumkan insiden yang melibatkan sebuah kapal tanker super.
IRGC menyatakan kapal tanker super Algaya dengan nomor IMO 9325336 meledak setelah disebut menabrak ranjau laut ketika mencoba melewati zona yang dinyatakan terlarang di selatan Selat Hormuz.
Baca Juga: AS Justru 'Kocar-Kacir' Hadapi Gelombang Baru Perang Hadapi Iran
Menurut IRGC, kapal tersebut kemudian terbakar dan upaya pemadaman api tidak berhasil. Iran juga menyatakan telah berulang kali memberikan peringatan terkait penggunaan jalur yang mereka sebut ilegal.
Di tengah sejumlah insiden tersebut, lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih berada jauh di bawah kondisi normal. Situasi itu berkaitan dengan meningkatnya risiko keamanan serta serangkaian serangan yang menyasar pelayaran.
Sementara itu, informasi mengenai kapal sipil yang dikontrak AS dan membawa personel Amerika masih menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai kontrak, misi, serta alasan keberadaannya di sekitar Selat Hormuz.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: