Perang Tarif Memanas, Warga Kanada Ramai-Ramai Boikot Produk Amerika
Kredit Foto: Reuters/Chris Wattie
Warga Kanada semakin gencar menyerukan aksi membeli produk dalam negeri dan mengurangi pembelian barang asal Amerika Serikat (AS). Perubahan perilaku konsumen tersebut mulai terlihat secara langsung di supermarket dan toko kelontong di berbagai wilayah Kanada.
Sejumlah pedagang bahkan meningkatkan penandaan negara asal produk serta mencari pemasok baru untuk mengurangi ketergantungan terhadap barang dari AS. Fenomena ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Kanada dan AS akibat perselisihan tarif.
Perselisihan tersebut membuat masyarakat Kanada semakin memperhatikan asal barang yang mereka beli serta ke mana uang yang mereka keluarkan mengalir. Perubahan sikap konsumen itu kemudian ikut mendorong pelaku usaha menyesuaikan strategi bisnis mereka.
Di Ontario, Presiden jaringan toko kelontong independen Vince's Market, Giancarlo Trimarchi, menggunakan media sosial untuk menjelaskan kepada pelanggan mengenai asal barang yang dijual di tokonya. Langkah tersebut dilakukan setelah sejumlah pelanggan mengirim email dan komentar yang mempertanyakan keberadaan produk AS di rak toko.
Trimarchi mengatakan sekitar 90 persen produk di empat toko Vince's Market yang tersebar di wilayah Greater Toronto Area kini berasal dari Kanada. Perubahan serupa juga terlihat di tingkat rumah tangga, dengan konsumen mulai lebih selektif memeriksa label sebelum membeli.
Salah satunya John Ambard, insinyur perangkat lunak berusia 27 tahun yang tinggal di pusat kota Toronto. Ia mengatakan berusaha menghindari produk AS jika tersedia pilihan lain dan memilih mendukung merek serta perusahaan Kanada.
Ambard bahkan mencari informasi mengenai perusahaan melalui internet untuk memastikan produk yang dibelinya benar-benar berasal dari Kanada. "Saya pikir jika saya bisa mendukung produk-produk Kanada dan lembaga-lembaga Kanada melalui masa-masa sulit ini, saya rasa itu adalah cara kecil yang bisa saya lakukan untuk membantu," katanya.
Baca Juga: Ketika Geopolitik Menjadi Kebijakan Ekonomi Amerika Menjelang Pemilu Sela
Perubahan perilaku konsumen juga berdampak pada pilihan pemasok yang digunakan toko. Salah satu contohnya adalah stroberi, yang sebelumnya dipasok dari AS tetapi kini didatangkan dari Quebec, Kanada.
Menurut Trimarchi, perubahan pola pasokan tersebut membuat strategi bisnis toko ikut berubah, bahkan anggaran iklan dipangkas karena perubahan itu turut menekan biaya operasional. "Kami selalu dihadapkan pada posisi di mana kami harus menyeimbangkan kualitas dengan harga. Sekarang, keseimbangannya adalah kualitas, harga, dan negara asal," kata Trimarchi.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: