CapCut Tembus 660 Juta Pengguna, Perkuat Ekosistem Kreator dengan AI
Kredit Foto: CapCut
CapCut mencatat pertumbuhan pengguna hingga lebih dari 660 juta orang di 170 pasar dan tersedia dalam 30 bahasa. Pertumbuhan tersebut mendorong platform penyuntingan video ini memperluas ekosistem kreatornya melalui pengembangan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) dan komunitas global.
CapCut memperkenalkan CapCut World, rangkaian acara komunitas yang digelar perdana di Asia Tenggara, Amerika Serikat, dan Eropa. Gelaran pertama di Asia Tenggara berlangsung di Singapura dan mempertemukan lebih dari 300 kreator, pemimpin industri, serta tim CapCut.
Acara tersebut menjadi wadah bagi kreator untuk berbagi pengalaman, bertukar pengetahuan mengenai proses kreatif, serta mengenal berbagai fitur yang dikembangkan CapCut.
CapCut menyebut komunitas kreatornya menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan platform. Saat ini terdapat lebih dari 6 juta kreator templat yang menghasilkan lebih dari 400.000 templat baru setiap hari.
Untuk memperluas fungsi templat dalam proses kreatif, CapCut meluncurkan fitur Skills. Fitur ini memungkinkan kreator menyimpan dan membagikan gaya, alur kerja, serta teknik yang digunakan dalam menghasilkan sebuah karya.
Dengan Skills, proses kreatif yang telah dibuat dapat digunakan kembali dan dikembangkan oleh kreator lain.
Salah satu pengguna fitur tersebut adalah sineas dan kreator CapCut Vee Camallere melalui serial berbasis AI Featherweight. Serial tersebut telah meraih lebih dari 25 juta penayangan.
Vee menggunakan Skills untuk menyimpan proses color grading sehingga tampilan visual dapat diterapkan secara konsisten pada setiap episode.
“Ketika cerita dalam Featherweight beralih dari satu adegan ke adegan lainnya, saya dapat menggunakan skill yang telah disimpan sebelumnya agar tampilan visualnya tetap konsisten,” ujar Vee dalam CapCut World Singapore.
CapCut juga memperluas penggunaan AI di dalam aplikasinya. Perusahaan menyebut telah menyediakan lebih dari 85 fitur AI, sementara komunitasnya menghasilkan lebih dari 6 miliar kreasi orisinal sepanjang 2026.
Kreasi tersebut mencakup gambar, video, hingga efek.
Salah satu pengembangan yang ditawarkan adalah AI Lab, yang memungkinkan pengguna mengembangkan ide awal langsung melalui aplikasi. Ide tersebut kemudian dapat dikembangkan melalui Infinite Canvas untuk menyusun cerita, membangun karakter, serta mencoba berbagai adegan.
Setelah elemen kreatif siap, pengguna dapat meneruskannya ke editor multitrack CapCut. Fitur penyuntingan berbasis AI Edit Pilot kemudian membantu pengguna menerapkan berbagai alat penyuntingan sesuai kebutuhan.
CapCut juga menyatakan menerapkan sejumlah mekanisme transparansi, termasuk invisible watermarks dan Kredensial Konten dari C2PA, untuk mendukung penggunaan AI secara bertanggung jawab.
Penggunaan AI juga semakin meluas di kalangan kreator CapCut. Lebih dari 7 juta kreator disebut menggunakan fitur AI di platform tersebut setiap hari.
CapCut mengintegrasikan sejumlah model AI ke dalam ekosistemnya, termasuk Dreamina Seedance untuk video, Dola Seedream untuk gambar, dan Seed Audio untuk audio.
Teknologi tersebut digunakan untuk mengembangkan fitur seperti Video Studio, yang memungkinkan pengguna melakukan penyuntingan pada bagian tertentu berdasarkan timestamp, karakter, atau elemen visual tanpa harus membuat ulang keseluruhan adegan.
Untuk gambar, CapCut menyediakan Design Studio yang memungkinkan pengguna memberikan arahan visual secara langsung, misalnya dengan menggambar panah atau melingkari area yang ingin diperbaiki. Elemen gambar juga dapat dipisahkan menjadi beberapa layer untuk kemudian dipindahkan atau diubah ukurannya.
Berbagai kemampuan tersebut tersedia melalui perangkat seluler, desktop, web, dan tablet.
CapCut World Singapore menjadi pembuka rangkaian acara komunitas global CapCut. Setelah Singapura, acara tersebut dijadwalkan berlanjut ke Los Angeles dan London pada akhir 2026.
Baca Juga: Google Pics Meluncur, Senjata Baru Google untuk Tantang Canva
Global Head of CapCut Xiaoqi Fu mengatakan pengembangan platform tetap diarahkan untuk membuat proses kreatif lebih mudah sekaligus mempertahankan kendali pengguna atas hasil karya.
“Sejak awal, CapCut berupaya menyederhanakan proses pembuatan video agar mudah dilakukan oleh lebih banyak orang,” ujar Xiaoqi.
“Berangkat dari fondasi tersebut, CapCut terus menyatukan lebih banyak tahapan dalam proses kreatif—mulai dari penyuntingan dan desain hingga berbagai fitur baru—dengan tetap memastikan kendali atas setiap keputusan kreatif berada di tangan pengguna,” lanjutnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: