Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ekonomi Kreatif Tembus Rp1.611 Triliun, CapCut Perluas Ekspansi di Indonesia

Ekonomi Kreatif Tembus Rp1.611 Triliun, CapCut Perluas Ekspansi di Indonesia Kredit Foto: CapCut
Warta Ekonomi, Jakarta -

Platform penyuntingan video digital, CapCut, memperkuat ekspansi di Indonesia dengan mendorong pertumbuhan ekosistem kreator lokal yang dinilai semakin berperan dalam menopang ekonomi kreatif digital nasional.

Langkah tersebut dilakukan melalui penyediaan teknologi editing berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), program kompetisi kreator, hingga pengembangan fitur monetisasi konten yang menyasar kreator video, desainer, motion artist, hingga kreator AI.

CapCut juga menggelar kompetisi terbuka #CapCutGala2026 dan malam penghargaan CapCut Gala 2026 pada akhir April 2026 untuk mengapresiasi 21 kreator terbaik dari berbagai kategori kreator, agensi, dan konten.

Penguatan ekosistem kreator digital itu sejalan dengan pertumbuhan industri ekonomi kreatif Indonesia yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif, sektor ekonomi kreatif menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja pada 2025, meningkat dibandingkan 26,48 juta tenaga kerja pada tahun sebelumnya. Kontribusi ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2024 juga mencapai Rp1.611,2 triliun atau sekitar 7,28%.

Sektor kreatif digital seperti film, animasi, video, aplikasi, dan konten digital menjadi subsektor yang tumbuh pesat seiring meningkatnya penggunaan platform digital di masyarakat.

CapCut menilai kemudahan akses teknologi editing kini membuka peluang lebih luas bagi kreator lokal untuk masuk ke industri kreatif digital tanpa harus memiliki kemampuan produksi profesional.

Melalui fitur editing seperti transisi, filter, efek, teks, stiker, hingga template siap pakai, pengguna dapat menghasilkan konten video dalam waktu singkat. Selain itu, CapCut juga menghadirkan fitur berbasis AI seperti text-to-image dan AI poster untuk mendukung produktivitas kreatif pengguna.

Manajemen CapCut menyebut pengembangan teknologi kreatif digital menjadi bagian dari upaya memperluas akses ekonomi digital berbasis komunitas kreator.

“CapCut berharap dapat terus menjadi mitra pertumbuhan kreator Indonesia dengan menghadirkan teknologi yang relevan, akses yang semakin luas, serta peluang nyata untuk berkembang,” tulis manajemen dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Pemerintah Masukkan Konten Kreator ke Rencana Induk Ekonomi Kreatif Terbaru

Baca Juga: UMKM dan Ekonomi Kreatif Jadi Senjata Pemerintah Lawan Kemiskinan

Baca Juga: Ekraf Gandeng TikTok dan Tokopedia, Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Di sisi lain, pertumbuhan industri kreatif digital juga dinilai mulai menciptakan model ekonomi baru berbasis komunitas dan monetisasi konten digital.

Kompetisi antarplatform video pendek dan meningkatnya konsumsi konten digital membuat kebutuhan terhadap aplikasi editing video semakin tinggi, terutama di kalangan kreator independen dan pelaku UMKM digital.

CapCut menilai kreativitas digital kini tidak hanya menjadi sarana ekspresi, tetapi juga berkembang menjadi peluang profesi baru di tengah pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri