Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Selain Minyak, Iran dan China Diduga Bahas Masalah Nuklir

Selain Minyak, Iran dan China Diduga Bahas Masalah Nuklir Kredit Foto: Reuters/Paul Yeung
Warta Ekonomi, Jakarta -

Selain perkembangan perang, program nuklir Iran diperkirakan menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Beijing, Rabu (16/9/2026). 

Pekan lalu, Amerika Serikat bersama Prancis, Jerman, dan Inggris mendorong Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional atau IAEA untuk merujuk Iran ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Langkah tersebut menjadi perhatian karena rujukan serupa terakhir dilakukan sekitar dua dekade lalu.

China dan Rusia menentang langkah tersebut. Keduanya juga berpotensi menggunakan hak veto apabila muncul tindakan lanjutan di Dewan Keamanan PBB.

Tekanan terhadap Iran juga berlangsung melalui pemberlakuan kembali sejumlah sanksi. Kepala Organisasi Energi Atom Iran Mohammad Eslami bahkan tidak dapat menghadiri Konferensi Umum IAEA di Wina setelah permohonan pengecualian terhadap larangan perjalanan tidak disetujui.

Iran sendiri menolak tuduhan bahwa program nuklirnya diarahkan untuk membuat senjata nuklir. Teheran terus menyatakan bahwa program nuklir tersebut memiliki tujuan damai.

Dalam kondisi tersebut, kunjungan Araghchi ke Beijing menjadi penting bagi hubungan Iran dengan China. Beijing memiliki posisi yang berbeda dengan Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa dalam menyikapi isu nuklir Iran.

Baca Juga: Gagal Kelabui Iran Pakai Kapal Sipil, Militer AS Kena Tembak

China juga mempunyai hubungan ekonomi yang erat dengan Iran. China merupakan pembeli utama minyak mentah Iran dan tetap melakukan transaksi meskipun Teheran menghadapi sanksi Amerika Serikat.

Sejumlah fasilitas minyak, perusahaan, dan jaringan keuangan yang diduga membantu transaksi Iran telah menjadi sasaran sanksi Washington. Namun, bank-bank besar China sejauh ini belum menjadi sasaran utama dalam langkah tersebut.

Kondisi itu membuat hubungan China-Iran menjadi salah satu faktor penting ketika tekanan terhadap Teheran meningkat.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: