Sahabat Bicara Nasib Purbaya Usai Dicopot: Prabowo Bisa Saja Panggil Lagi Isi Jabatan...
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa disebut masih berpeluang kembali menduduki jabatan strategis di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Prediksi tersebut disampaikan Ketua Dewan Direktur GREAT Institute sekaligus sahabat dekat Purbaya, Doktor Syahganda Nainggolan.
Dalam program Madilog yang tayang di YouTube Forum Keadilan TV pada Jumat (18/9/2026), Syahganda awalnya membahas karakter Prabowo yang disebutnya memiliki latar belakang militer.
Menurut dia, sejumlah target besar yang dicanangkan Prabowo, termasuk melawan IMF hingga membatasi keuntungan sumber daya alam mengalir ke Singapura, akan diperjuangkan dengan berbagai cara.
Dalam konteks itu, Syahganda menyinggung peran Purbaya ketika berada di pemerintahan. “Prabowo waktu permainan ini pas dapat Purbaya. Tapi kan sudah diselesaikan sama Purbaya. Sudah dibongkar semua,” katanya.
Baca Juga: Prabowo Bicara soal Reshuffle: Kita Selalu Cari The Right Man in The Right Place
Menurut Syahganda, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Purbaya kemudian digantikan Suahasil Nazara yang memiliki karakter berbeda dan lebih tenang.
“Dia bukan nggak sayang sama Purbaya, tapi targetnya bagaimana,” ujar Syahganda.
Meski Purbaya telah digantikan, Syahganda melihat peluang Prabowo kembali memberikan kepercayaan kepadanya tetap terbuka. Ia bahkan menilai Purbaya sendiri berpotensi menerima apabila tawaran tersebut benar-benar diberikan.
“Bisa jadi dua-duanya. Karena kan Pak Prabowo tidak memberikan penilaian negatif kepada Pak Purbaya. Jadi saya pikir bisa aja, bisa aja dipanggil kembali,” ucapnya.
Syahganda kemudian menyebut salah satu posisi yang menurutnya cocok untuk Purbaya adalah Gubernur Bank Indonesia (BI). Pandangan tersebut dikaitkannya dengan pengalaman Purbaya ketika memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Baca Juga: Prabowo Pun Kalah? Purbaya Bisa Bawa Kejutan di Pilpres 2029: Dia Punya Dua Modal...
“Selama Pak Purbaya di LPS, lembaga penjamin simpanan, dia sudah mengidentifikasi mana bank yang sudah atau lembaga keuangan lain yang sudah sepantasnya tutup. Kalau dia dimasukkan ke bank sentral, tentu dia senang pasti, karena dia bisa lanjutkan kerja-kerja dia di LPS dulu,” terang dia.
Namun, Syahganda tidak memastikan Purbaya akan menerima jabatan tersebut jika benar-benar ditawarkan. Ia menilai keputusan tersebut tetap bergantung pada pertimbangan Purbaya sendiri, termasuk melihat respons masyarakat terhadap pergantian dirinya yang sempat heboh belum lama ini.
“Menurut saya 70 persen, oke lah. Tapi kan mungkin dia harus, menurut saya, melihat citizen yang marah, kan geram dengan peristiwa yang dianggap dipecat apa segala macam,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Purbaya mengaku ingin pensiun dan menikmati waktu tanpa harus kembali berkutat dengan urusan pemerintahan. Hal itu disampaikan setelah prosesi serah terima jabatan (sertijab) Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara pada Selasa (15/9) lalu.
“Mau pensiun aja, capek udah tua,” kata Purbaya di Gedung Djuanda I Kemenkeu.
Tak hanya soal pensiun, Purbaya juga memastikan dirinya tidak berminat kembali menjadi pejabat.
"Nggak gak minat, saya mau mancing aja,” ucap Purbaya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: