Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kabinet Bakal Dirombak Lagi? Prabowo Buka Peluang Reshuffle, Pengamat Soroti Isyarat Babak Kedua

        Kabinet Bakal Dirombak Lagi? Prabowo Buka Peluang Reshuffle, Pengamat Soroti Isyarat Babak Kedua Kredit Foto: BPMI Setpres
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto membuka kemungkinan melakukan reshuffle kabinet menjelang genap dua tahun masa pemerintahannya. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara program Prabowo Menjawab.

        Peluang perombakan kabinet tersebut dinilai pengamat politik sebagai sinyal adanya kebutuhan untuk menata kembali tim pemerintahan memasuki fase berikutnya.

        Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, mengatakan isu reshuffle tidak hanya berkaitan dengan pergantian menteri. Menurutnya, Prabowo mulai menyiapkan formasi kabinet untuk menghadapi “babak kedua” pemerintahannya.

        “Menurut saya, ini bukan sekadar soal mengganti menteri. Prabowo sedang menyiapkan formasi untuk babak kedua. Setelah dua tahun pertama membangun tim, sekarang tantangannya adalah bagaimana tim ini bekerja lebih cepat dan menghasilkan lebih banyak,” kata Arifki kepada wartawan, Jumat (18/9/2026).

        Arifki kemudian mengaitkan kemungkinan reshuffle dengan analogi kabinet sebagai sebuah kesebelasan sepak bola yang sebelumnya disampaikan Prabowo.

        “Kalau kabinet adalah kesebelasan, maka Presiden bukan hanya memilih pemain, tetapi juga menentukan formasi. Ketika pertandingan memasuki babak kedua, bisa saja strategi berubah dan pemain yang diturunkan juga berubah,” ujarnya.

        Menurut dia, memasuki tahun ketiga pemerintahan, kinerja menteri akan semakin mudah dilihat dari hasil yang dihasilkan. Dua tahun pertama dianggap sebagai periode untuk membangun sekaligus menguji kerja tim.

        “Dua tahun pertama adalah masa untuk membangun dan menguji tim. Setelah ini, tidak cukup hanya bisa bermain. Menteri harus bisa mencetak gol. Artinya, program harus berjalan, masalah harus diselesaikan, dan hasilnya harus dirasakan masyarakat,” katanya.

        Karena itu, Arifki meminta publik tidak hanya terpaku pada spekulasi mengenai siapa saja menteri yang berpotensi diganti jika reshuffle benar-benar dilakukan.

        “Jangan terjebak pada teka-teki nama. Lihat strateginya. Siapa yang masuk harus menjawab kebutuhan apa yang ingin diselesaikan Presiden,” ujar Arifki.

        Baca Juga: Prabowo Bicara soal Reshuffle Kabinet: Kita Selalu Cari The Right Man in The Right Place

        Ia menilai perubahan komposisi kabinet dapat menjadi momentum untuk mempercepat program prioritas pemerintah pada paruh kedua masa pemerintahan Prabowo.

        “Yang akan menentukan makna reshuffle bukan banyaknya menteri yang diganti, tetapi seberapa cepat pemerintahan bergerak setelahnya. Kalau pergantian pemain membuat permainan lebih cepat dan lebih efektif, berarti reshuffle punya tujuan yang jelas,” katanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: