- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Sabar Tobing Minta Mahasiswa Tentukan Target dan Berani Keluar dari Zona Nyaman
Kredit Foto: Ist
Founder dan CEO Hive Five Sabar L. Tobing mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah dengan menetapkan target, mengembangkan keterampilan, dan membangun kemampuan beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.
Hal itu disampaikan Sabar dalam kuliah umum STIE Kalpataru Business School dan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) KBS 2026 bertajuk "From Learner to Business Leader" di Auditorium SETDA I Kabupaten Bogor.
Dalam kesempatan tersebut, Sabar membagikan pengalaman pribadinya saat menempuh pendidikan sambil bekerja sebagai buruh pabrik sebelum kemudian merintis usaha.
Ia meminta mahasiswa tidak menjadikan kondisi keluarga atau keterbatasan ekonomi sebagai alasan untuk berhenti mengembangkan diri.
"Jadilah orang yang menuliskan sejarah dari keluarga, bukan hanya menyalahkan keadaan. Jadilah pemutus rantai kemiskinan, dan itu dimulai dari diri Anda, bukan dengan mengandalkan orang lain," kata Sabar.
Menurut dia, kesempatan menempuh pendidikan tinggi perlu dimanfaatkan dengan baik karena tidak semua orang memiliki akses yang sama untuk melanjutkan pendidikan.
"Privilege yang nyata adalah kesempatan yang ada di depan kita. Kesempatan menjadi mahasiswa juga tidak bisa didapatkan semua orang. Karena itu, kesempatan ini harus benar-benar dimanfaatkan," ujarnya.
Sabar mengatakan mahasiswa perlu memiliki visi dan tujuan yang jelas sejak awal perkuliahan. Menurut dia, proses pendidikan perlu disertai evaluasi agar mahasiswa mengetahui perkembangan dan arah yang ingin dicapai.
"Kuliah itu harus punya target, baik jangka pendek maupun jangka panjang, dan harus disertai evaluasi. Menjadi mahasiswa juga harus punya visi, misi, dan tujuan yang jelas," katanya.
Dia juga menjelaskan bahwa pola pikir bisnis tidak selalu berarti mendirikan perusahaan. Menurut Sabar, pola pikir tersebut dapat diterapkan dengan kemampuan membaca peluang dan mengembangkan keahlian di bidang masing-masing.
"Pemikiran bisnis bukan hanya soal membangun bisnis, tetapi bagaimana kita mampu melihat peluang dan menguasai bidang masing-masing," ujarnya.
Dalam dunia kerja, kata Sabar, latar belakang pendidikan tetap menjadi salah satu pertimbangan. Namun, kemampuan teknis dan adaptasi juga diperlukan untuk menghadapi perubahan kebutuhan industri.
"Background pendidikan dilihat dalam dunia pekerjaan, tetapi skill dan kemampuan beradaptasi adalah modal Anda untuk bertahan di sebuah industri," katanya.
Dia juga mengingatkan mahasiswa mengenai pengaruh lingkungan pergaulan terhadap kebiasaan dan pola pikir.
"Kalau ingin tahu masa depanmu, cari tahu siapa lima orang teman terdekatmu. Karena itu, selektif memilih teman. Lihat siapa yang memang mau berjuang bersama untuk menentukan masa depan," ujarnya.
Selain lingkungan pergaulan, Sabar menekankan pentingnya membangun disiplin melalui kebiasaan sehari-hari.
"Disiplin itu dimulai dari hal kecil. Bangun pagi, kemudian rapikan tempat tidur sendiri. Dari kebiasaan sederhana itu kita belajar bertanggung jawab terhadap diri sendiri," tuturnya.
Dia juga meminta mahasiswa tidak takut mengurangi kenyamanan dalam proses mencapai tujuan.
"Korbankan kenyamanan Anda sementara untuk meraih kesuksesan. Tidak semua proses akan nyaman, tetapi setiap orang harus menentukan apa yang ingin diperjuangkan," kata Sabar.
Sabar turut menilai keberadaan mentor dapat membantu seseorang memperoleh perspektif ketika menghadapi pilihan dan tantangan, terutama bagi mereka yang ingin mengembangkan usaha.
"Dalam dunia bisnis kita perlu mentor untuk mengarahkan kita ke arah yang benar," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Sabar juga memberikan beasiswa penuh kepada sejumlah mahasiswa terpilih. Beasiswa itu disebut sebagai bagian dari dukungan terhadap mahasiswa yang dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan kemampuan mereka.
Menurut Sabar, pendidikan tinggi tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik. Mahasiswa juga perlu memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun keterampilan, jaringan, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat