Founder HIVE Five Sabar Tobing Berikan Beasiswa Penuh bagi Mahasiswa Trisakti
Kredit Foto: Ist
Founder dan CEO HIVE Five, Sabar L. Tobing, memberikan beasiswa pendidikan hingga 100 persen kepada mahasiswa Universitas Trisakti.
Beasiswa tersebut diberikan untuk membantu mahasiswa tetap melanjutkan pendidikan meski menghadapi keterbatasan biaya.
Sabar mengatakan akses terhadap pendidikan tidak seharusnya terhambat hanya karena persoalan finansial. Menurut dia, mahasiswa yang memiliki kemauan belajar dan mengembangkan diri perlu mendapat kesempatan untuk menyelesaikan pendidikannya.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Saya ingin kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang baik tidak berhenti hanya karena seseorang memiliki keterbatasan dalam pembiayaan,” kata Sabar.
Menurut Sabar, pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Mahasiswa juga perlu dibekali kemampuan beradaptasi, integritas, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan di masyarakat.
Karena itu, ia melihat beasiswa bukan sekadar bantuan untuk membayar biaya kuliah. Kesempatan tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dan memberikan kontribusi setelah menyelesaikan pendidikan.
“Harapannya, ketika mereka mendapatkan kesempatan ini, mereka juga mempunyai semangat untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Beasiswa bukan sekadar mengenai biaya pendidikan, tetapi tentang membuka kesempatan dan membangun masa depan,” ujarnya.
Sabar menilai mahasiswa saat ini menghadapi tantangan yang semakin beragam. Perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan dunia kerja, hingga persaingan yang semakin terbuka membuat mahasiswa dituntut terus meningkatkan kemampuan.
Dalam kondisi tersebut, menurut dia, pendidikan berkualitas menjadi salah satu bekal penting agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan perubahan.
Pemberian beasiswa bagi mahasiswa Universitas Trisakti diharapkan dapat membantu penerima meningkatkan kapasitas diri sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Sabar juga berharap kesempatan tersebut tidak berhenti pada manfaat bagi penerima beasiswa. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah, kata dia, pada akhirnya diharapkan dapat memberikan dampak bagi lingkungan sekitar.
“Yang paling penting adalah bagaimana kesempatan pendidikan tersebut digunakan sebaik-baiknya. Ilmu yang diperoleh jangan hanya berhenti untuk kepentingan pribadi, tetapi pada waktunya juga harus memberikan dampak bagi lingkungan dan masyarakat,” pungkas Sabar.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: