Harvest Rebranding Setelah 22 Tahun, Perluas Konsep dari Kue Tart ke Bakery-Patisserie
Kredit Foto: Istimewa
Harvest memasuki babak baru setelah 22 tahun hadir di Indonesia. Brand bakery-patisserie tersebut melakukan rebranding dengan memperluas konsep bisnis, dari yang selama ini identik dengan kue tart dan momen perayaan menjadi produk bakery-patisserie yang juga menyasar kebutuhan sehari-hari.
Rebranding ini tidak mengubah fondasi Harvest yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade. Perusahaan tetap mempertahankan kualitas dan craftsmanship, tetapi menyesuaikan cara berkomunikasi serta menghadirkan produk dengan perubahan preferensi konsumen.
Chief Executive Officer Harvest Sylvia Andriani Rizal mengatakan perubahan tersebut dilakukan agar Harvest dapat hadir dalam lebih banyak momen keseharian masyarakat, tanpa meninggalkan posisi sebagai pilihan untuk perayaan dan pemberian hadiah.
Perubahan konsep tersebut tercermin melalui empat pilar pengalaman yang menjadi dasar arah baru Harvest. Pilar tersebut meliputi kualitas produk, pelayanan yang hangat, lingkungan toko yang nyaman dan estetik, serta pembaruan produk dan ide secara berkelanjutan.
Konsep toko Harvest juga diperbarui dengan tampilan yang lebih hangat, modern, dan nyaman untuk kunjungan sehari-hari. Konsep baru tersebut mulai diperkenalkan melalui gerai Harvest Pluit dan akan diterapkan secara bertahap di gerai lainnya.
Dari sisi produk, Harvest memperbarui tampilan lima kue andalannya, yakni Milk Chocolate, Triple Chocolate, Black Forest, Opera, dan Chocolate De Ville. Pembaruan tersebut hanya dilakukan pada garnish dan tampilan akhir, sementara resep kelima produk tetap dipertahankan.
Harvest juga memperkenalkan Croball atau Croissant Ball, produk pastry yang dibuat dengan teknik artisan. Produk tersebut memiliki tekstur luar yang renyah dan berlapis dengan isian krim.
Croball tersedia dalam delapan varian rasa, yaitu Original, Truffle Cheese, Biscoff, Cream Cheese Scallion, Beef Floss, Dark Choco, Tiramisu, dan Lemon.
Chief Commercial Officer Harvest Astrid Wiliandry mengatakan pembaruan produk tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan resep yang telah dikenal pelanggan sekaligus menghadirkan variasi baru.
Sejalan dengan rebranding, Harvest juga berencana memperluas jaringan gerai dengan konsep baru. Dalam enam bulan ke depan, perusahaan menargetkan pembukaan enam gerai baru.
Empat gerai akan berbentuk standalone store di Jabodetabek, Kota Wisata, Jemur Sari Surabaya, Yogyakarta, dan Sumatera Utara. Sementara dua gerai lainnya akan menggunakan konsep baru di pusat perbelanjaan di wilayah Jabodetabek.
Ekspansi tersebut akan dilanjutkan pada 2027 untuk memperluas jangkauan konsep baru Harvest di Indonesia.
Melalui rebranding ini, Harvest ingin memperluas perannya dari brand yang berorientasi pada momen khusus menjadi bakery-patisserie yang dapat dinikmati lebih sering dalam keseharian, sekaligus tetap mempertahankan segmen perayaan dan gifting.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: