Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tak Ingin Kalah dari Vietnam, Pemerintah Siap Genjot Industri Tekstil dan Alas Kaki

        Tak Ingin Kalah dari Vietnam, Pemerintah Siap Genjot Industri Tekstil dan Alas Kaki Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah menilai pertumbuhan ekonomi nasional perlu ditopang oleh sektor industri, termasuk tekstil dan alas kaki. Industri manufaktur dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong kemajuan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

        Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria menyatakan pengembangan industri manufaktur perlu terus didorong agar produksi dapat berkembang dalam skala besar.

        “Kalau memang itu memungkinkan untuk kita produksi massal, bisa menjadi skala industri, employment-nya jadi banyak kan,” ujar Dony di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

        Menurut Dony, pemerintah juga perlu membangun ekosistem industri yang sehat agar pertumbuhan manufaktur dapat berlangsung secara berkelanjutan. Ia mencontohkan perkembangan Vietnam yang mampu tumbuh cepat melalui penguatan sektor industri.

        “Karena kita lihat kan Vietnam tumbuh sangat cepat, negara-negara itu tumbuh sangat cepat. Nah, Pak Presiden juga ingin industri ini tumbuh dengan cepat supaya membuka lapangan pekerjaan massif,” katanya.

        Baca Juga: Manajer Kopdes Bukan Pegawai BUMN? Danantara Ungkap Faktanya

        Baca Juga: Bukan ASN, Manajer Kopdes Merah Putih Ternyata Pegawai BUMN Kontrak 2 Tahun

        Baca Juga: Kredit Himbara ke BUMN Melonjak 57,79%, Swasta Masih Mendominasi

        Untuk mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan, pemerintah akan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari potensi pasar, peluang ekspor, hingga akses pembiayaan.

        Selain itu, pemerintah akan mendorong perbaikan fasilitas pabrik, membangun ekosistem industri yang sehat, serta meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja melalui pelatihan.

        “Kemudian juga mungkin perbaikan daripada pabrik, penciptaan ekosistem yang sehat, termasuk juga nanti melakukan apa pelatihan terhadap tenaga kerja yang lebih kompetitif dan lain sebagainya. Jadi itu mesti satu kesatuan keseluruhan,” tegas Dony.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: