Jelang 2027, Astronacci dan TRIV Bedah Peluang Bitcoin hingga Saham AS
Kredit Foto: Astronacci
Perkembangan Bitcoin, aset kripto, dan pasar saham Amerika Serikat (AS) menjadi perhatian trader dan investor menjelang 2027. Hal tersebut terlihat dalam seminar “Unlocked Bitcoin x US Stocks Roadmap 2027: The Next Opportunity” yang digelar Astronacci bersama TRIV Group di Merlynn Park Hotel, Jakarta Pusat, pada 19 September 2026.
Seminar tersebut menghadirkan Gema Goeyardi atau Master Gema dan Gabriel Rey untuk membahas peluang pasar menuju 2027 dari dua sisi, yakni Bitcoin dan aset kripto serta pasar saham AS.
Selain membahas prospek pasar, acara tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran TRIV Premiere, hasil kerja sama Astronacci dan TRIV Group.
TRIV Premiere dapat diakses melalui website trivpremiere.com. Platform tersebut dikembangkan sebagai bagian dari kolaborasi Astronacci dan TRIV Group untuk memperluas koneksi dan akses trader serta investor terhadap berbagai pasar.
Melalui kerja sama tersebut, ekosistem TRIV di industri kripto dipadukan dengan analisis pasar dan pendekatan perdagangan Astronacci.
Peluncuran TRIV Premiere juga diikuti dengan TRIV Premiere Trading Competition yang dijadwalkan berlangsung pada 1–31 Oktober 2026. Kompetisi tersebut menyediakan hadiah bagi lima peringkat teratas, mulai dari perangkat iPhone hingga uang tunai.
Informasi pendaftaran dan ketentuan kompetisi disediakan melalui kanal resmi penyelenggara.
Master Gema mengatakan kehadiran ribuan trader dan investor dalam seminar tersebut menunjukkan perhatian pelaku pasar terhadap perkembangan Bitcoin, aset kripto, dan saham AS menjelang 2027.
“Kami optimis dengan peserta mencapai ribuan trader dan investor, acara ‘Unlocked Bitcoin x US Stocks Roadmap 2027: The Next Opportunity’ menunjukkan tingginya perhatian trader dan investor terhadap peluang Bitcoin, aset kripto, serta pasar saham Amerika Serikat menjelang 2027 agar bisa mengalokasikan portofolio mereka,” kata Master Gema.
Dalam sesi US Stocks Roadmap 2027, CEO dan Founder Astronacci International Gema Goeyardi membahas sejumlah pendekatan untuk membaca peluang pasar saham AS, termasuk historical cycle, technical analysis, dan financial astrology.
Salah satu pembahasan menyoroti pola historis pasar saham AS pada tahun ketiga masa jabatan presiden AS sebagai salah satu konteks dalam membaca peluang pasar pada 2027.
“Salah satu hal penting adalah bagaimana technical analysis dan financial astrology digunakan untuk melihat timing dan momentum di pasar saham AS,” paparnya.
Sejumlah emiten, termasuk NVIDIA dan Microsoft, turut menjadi bagian dari pembahasan teknikal dalam seminar tersebut.
Sementara itu, Gabriel Rey membahas pergerakan pasar kripto melalui sejumlah faktor, mulai dari Bitcoin Four-Year Cycle, narrative, regulasi, hingga aliran modal.
Menurut Gabriel, pasar kripto masih berada dalam fase sideways dan berpotensi memasuki fase bullish berikutnya. Ia menyebut kuartal I 2027 sebagai salah satu periode yang menarik untuk diperhatikan berdasarkan siklus pasar yang dibahas dalam seminar.
Gabriel juga menyoroti pentingnya narrative dan conviction dalam melihat peluang pada aset altcoin. Faktor seperti komunitas, perkembangan ekosistem, dan aliran modal dinilai menjadi bagian dari pertimbangan dalam melihat daya tarik suatu aset.
Sejumlah aset dan ekosistem yang turut dibahas antara lain Hyperliquid, Ethereum, Solana, dan Uniswap.
Namun, prospek tersebut tetap dikaitkan dengan kondisi makroekonomi. Kebijakan The Federal Reserve menjadi salah satu faktor yang diperhatikan karena kebijakan moneter yang kembali hawkish berpotensi memberikan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Baca Juga: BNI Sekuritas Dorong Pendampingan Investasi bagi Investor Pemula
Baca Juga: OJK Ingatkan Investor: Jangan Jadikan Influencer sebagai Patokan Investasi
Dalam sesi tanya jawab, Master Gema juga menyoroti pentingnya diversifikasi aset bagi trader dan investor.
Menurutnya, perdagangan dan investasi tidak harus terbatas pada satu pasar. Bitcoin, aset kripto, dan saham AS memiliki karakteristik, peluang, serta profil risiko yang berbeda.
“Untuk itu, trader dan investor dapat menggunakan pendekatan berbeda sesuai dengan preferensi, kondisi, pilihan waktu, serta profil risiko masing-masing. Masing-masing punya keunikan tersendiri,” pungkas Master Gema.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: