Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai penggunaan pinjaman daring (Pindar) mulai bergeser untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan dasar, sementara penyaluran untuk sektor produktif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih terbatas.
Direktur Ekonomi Digital CELIOS Nailul Huda mengatakan perubahan penggunaan pembiayaan tersebut terjadi ketika kondisi ekonomi melemah dan kemampuan konsumsi masyarakat ikut tertekan. Pembiayaan untuk kebutuhan sehari-hari pun meningkat dibandingkan kebutuhan membeli barang tahan lama atau menambah modal usaha.
“Masyarakat saat ini bisa dibilang butuh pembiayaan, bukan untuk produktif lagi, bukan untuk beli barang dengan ketahanan tinggi, tapi untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makan,” ujar Huda kepada Warta Ekonomi, Kamis (24/9/2026).
Menurut dia, pembiayaan untuk sektor produktif masih tersedia, tetapi porsinya sangat terbatas.
“Ada yang ke sektor produktif, namun sangat terbatas sekali,” katanya.
Huda mengatakan pelemahan ekonomi juga dapat memengaruhi kinerja bisnis, termasuk UMKM. Ketika penjualan dan konsumsi melambat, kemampuan pelaku usaha untuk memenuhi kewajiban pembiayaan turut menghadapi tekanan.
“Selain itu, dari sisi kualitas pembiayaan pun, pembiayaan sektor produktif mempunyai risiko yang lebih besar. Kondisi ekonomi yang melemah dapat menurunkan kinerja bisnis,” jelasnya.
Baca Juga: Pindar Tumbuh 25,88% Jadi Rp105 Triliun, Pengamat Soroti Nasabah Unbankable
Baca Juga: AFPI Ungkap Pindar Kini Jadi Bantalan Ekonomi Rumah Tangga
Baca Juga: OJK Bongkar Kondisi Pindar, 16 Pemain Masih TWP90 di Atas 5 Persen
Menurut Huda, kondisi tersebut juga menjadi salah satu alasan perbankan lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit kepada UMKM.
“Indeks ritel yang menurun, konsumsi masyarakat yang melambat, membuat sektor usaha (terutama UMKM) menjadi sektor yang berisiko,” ujar Huda.
“Kenapa perbankan tidak mau membiayai sektor UMKM? Karena risiko sektor UMKM cukup besar saat ini. Dengan risiko besar, platform dan lender juga akan berpikir untuk membiayai sektor produktif/UMKM,” sambungnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri