Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh 5,45% di tengah perlambatan ekonomi global yang berada di kisaran 3%.
Airlangga mengatakan, inflasi Indonesia juga tetap terjaga di angka 3,19%. Dalam kaitan dengan kondisi tersebut, ia menyinggung perkembangan investasi emas serta layanan bullion bank yang saat ini dijalankan PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
"Dan kalau kita lihat dari segi inflasi, inflasi juga terjaga di angka 3,19%, dan salah satu yang membuat inflasi tinggi ini salah satunya adalah investasi di emas," ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Ia mengatakan pemerintah mendorong keberadaan bullion bank yang saat ini dijalankan oleh dua lembaga tersebut.
"Dan untuk pemerintah juga mendorong adanya bullion bank yang hari ini ada dua, yaitu Pegadaian dan juga BSI," katanya.
Airlangga menyebut, sejak layanan tersebut diluncurkan, total emas yang telah berada dalam layanan bullion bank mencapai 160 ton. Rinciannya, sebanyak 140 ton emas berada di PT Pegadaian dan 20 ton emas berada di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
Baca Juga: Tambang Emas Ilegal Diduga Kembali Beroperasi di Sangihe, Pemerintah Diminta Kuatkan Penegakan Hukum
Baca Juga: Airlangga Melayat Guruh Soekarnoputra: Maestro Seni yang Peduli Sesama
"Dan terlihat dari sejak diluncurkan, 140 ton emas telah berada di Pegadaian dan 20 ton di BSI. Nah ini suatu angka yang luar biasa," lanjutnya Airlangga.
Selain membahas perkembangan sektor keuangan, Airlangga menyampaikan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6% pada 2027 dengan dukungan investasi sebesar Rp2.258 triliun. Pemerintah juga mendorong hilirisasi industri, pengembangan energi hijau, dan ekonomi digital.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra