Usai Temui Jokowi di Solo, Ketua Relawan Gibran: Kalau Pak Prabowo Enggak Mau Lanjut Masak Mau Dipaksa, Berarti Gibran-KDM
Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Ketum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar atau kelompok relawan Gibran Rakabuming Raka hadir menemui mantan Presiden Jokowi di Jln Kutai Utara Nomor 1, Sumber Solo.
Usai pertemuan, Mardiansyah menyampaikan pandangan terkait duet Gibran dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM di Pilpres 2029.
Ia tak menampik ada pandangan untuk memasangkan keduanya, sebab, masing-masing mempunyai basis suara di wilayah kunci di Pulau Jawa.
"Mungkin saja, KDM itu simbol suara Jabar yang cukup besar, kalau bicara politik kekuasaan Jawa kan jadi kunci suara, nah Jabar identik dengan KDM, Mas Gibran identik dengan Jatim dan Jateng. Komplit kan? Selesai kan? Klop!," kata Mardiansyah.
Ia menambahkan saat ini ada kegelisahan dari banyak pihak terkait kondisi saat ini, untuk itu duet Gibran-KDM bisa saja menjadi solusi.
"Semua orang berbicara pasangan Gibran dan KDM, sudah ada kegelisahan dari pihak yg lain, karena ini kekuataan dasyat, karena Gibran-KDM sudah mulai agak menyatu, dari cara-cara berpolitiknya, caranya ketemu masyarakat. Cuma memang kita lihat ke depan," pungkasnya.
Meski diakui, bahwa kelompok relawan bahkan dari permintaan Jokowi, pasangan Prabowo-Gibran bisa berlanjut di 2029, akan tetapi pilihan politik Prabowo yang tak mau melanjutkan berpasangan dengan Gibran.
"Harapan kita kan Prabowo-Gibran 2029, bahkan 2034, tapi kalau Pak Prabowo enggak mau sama Mas Gibran, masak mau dipaksa, berati ada takdir politik sendiri, nah kalo misal Gibran-KDM bagus-bagus juga, dan bahkan sulit dikalahkan juga," kata Mardiansyah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat