Kredit Foto: Istimewa
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, menegaskan pemerintah tidak ingin persoalan pembiayaan Whoosh justru menambah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Ini bagaimana kita yang penting jangan sampai Whoosh ini berhenti. Servisnya, pelayanan dari Whoosh ini terus berjalan, tapi beban bisnisnya tidak kemudian atau minimize impact pada beban fiskalnya, bisa diminimize,” ujar Menteri Keuangan, dalam wawancara di agenda media gathering bertemakan APBN 2027, Bogor, (1/10/2026).
Menurutnya, pemerintah saat ini masih melakukan pembahasan serta due diligence terhadap persoalan pembiayaan Whoosh. Langkah tersebut dilakukan untuk melihat berbagai opsi penyelesaian yang dapat ditempuh pemerintah.
“Oleh sebab itu sekarang ini terus dilakukan pembahasan, dilakukan due diligence terhadap Whoosh ini. Jadi tujuannya tetap bisa, tetap kita cari cara-cara untuk menyelesaikan masalah,” katanya.
Ia menambahkan, proses tersebut masih membutuhkan sejumlah tahapan sebelum pemerintah menentukan langkah selanjutnya. Karena itu, belum ada keputusan final mengenai skema penyelesaian kewajiban pembiayaan Whoosh.
“Masih banyak hal-hal yang perlu dilakukan. Dipastikan dan juga tadi, due diligence ini terus dilakukan,” ujarnya.
Pemerintah pada saat yang sama memastikan keberlanjutan layanan Whoosh tetap menjadi perhatian. Pemerintah ingin operasional kereta cepat tersebut terus berjalan, sembari mencari skema yang dapat menekan dampak pembiayaan terhadap fiskal negara.
Baca Juga: KAI Akui Whoosh Bebani Keuangan, Minta Pengalihan ke Kemenkeu Segera Dilakukan
Baca Juga: Luhut ke China Bertemu Menlu Wang Yi Bahas Kelanjutan Whoosh dan Mobil Listrik
Persoalan pembiayaan Whoosh sebelumnya menjadi perhatian karena proyek tersebut memiliki kewajiban pembiayaan yang berkaitan dengan pinjaman untuk pembangunan kereta cepat. Pemerintah kini masih mengkaji posisi kewajiban tersebut dan opsi penyelesaiannya.
Dengan proses due diligence yang masih berlangsung, pemerintah belum memberikan kepastian mengenai bentuk akhir penyelesaian utang Whoosh. Pemerintah hanya memastikan pembahasan diarahkan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap APBN.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra