Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rumah 3x4 Meter Diisi 15 Orang, Pramono Bakal Benahi Permukiman Padat Kebon Melati

        Rumah 3x4 Meter Diisi 15 Orang, Pramono Bakal Benahi Permukiman Padat Kebon Melati Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan penataan permukiman padat di kawasan Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali, Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan penataan kawasan sepanjang sekitar 2,3 kilometer tersebut tidak akan disertai penggusuran warga.

        Pramono mengatakan kondisi permukiman di kawasan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan membutuhkan penanganan menyeluruh. Kepadatan hunian menjadi salah satu persoalan yang disorot.

        “Secara jujur saya harus mengatakan itu. Bahkan ada beberapa hunian satu rumah tiga kali empat yang menghuni itu sampai dengan 15 orang,” kata Pramono di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).

        Menurut Pramono, penataan perlu dilakukan karena kawasan tersebut berada di lokasi strategis dan berdekatan dengan sejumlah pusat aktivitas Jakarta, seperti Bundaran HI, Balai Kota, dan Istana.

        “Tentunya saya menginginkan masyarakat Jakarta, apalagi ini tidak jauh dari pusat keramaian Jakarta, Bundaran HI, Balai Kota, Istana, maka kami melakukan perbaikan kawasan secara menyeluruh," tambahnya.

        Dalam pelaksanaannya, Pemprov DKI akan melibatkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Sosial. Dinas SDA akan menangani aspek infrastruktur fisik dan aliran kali, sedangkan Dinas Sosial menangani persoalan sosial di kawasan tersebut.

        Dari sisi pembiayaan, Pramono mengatakan penataan tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemprov DKI juga akan mengoptimalkan sumber pendanaan lain, termasuk Corporate Social Responsibility (CSR), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dan kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB).

        Namun, Pramono belum mengungkapkan nilai anggaran yang disiapkan untuk penataan kawasan tersebut.

        "Angkanya sebenarnya sudah keluar tapi saya belum bisa menyampaikan kepada publik," kata Pramono.

        Baca Juga: Atasi Banjir, Pramono Kebut Normalisasi 13 Sungai di Jakarta

        Baca Juga: Pramono Anung Ungkap Alasan Jakarta Butuh Dana Cadangan Rp5,6 Triliun

        Baca Juga: Pramono Bandingkan Jakarta dan New York! Klaim Penanganan Transportasi Ibu Kota Jauh Lebih Unggul!

        Meski penataan dilakukan secara menyeluruh, Pramono memastikan tempat tinggal warga tidak akan digusur. Fasilitas umum dan tempat ibadah di kawasan tersebut juga akan tetap dipertahankan.

        “Mudah-mudahan nanti tempat itu menjadi tempat yang tertata dengan baik,” pungkasnya.

        Penataan tersebut berkaitan dengan rencana Pemprov DKI membenahi kawasan Anak Kali Krukut sepanjang sekitar 2,3 kilometer yang melintasi Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali. Penataan kawasan mencakup pembenahan infrastruktur dan fasilitas pendukung tanpa menggusur warga.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: