Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Akui Ekspor Baterai EV Tak Lepas dari Pemerintahan Sebelumnya: Hari Ini Dimulai dari Kemarin

        Prabowo Akui Ekspor Baterai EV Tak Lepas dari Pemerintahan Sebelumnya: Hari Ini Dimulai dari Kemarin Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang cukup jelas ketika meresmikan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dari Indonesia. Di tengah klaim keberhasilan hilirisasi, Prabowo mengingatkan bahwa capaian yang terlihat hari ini tidak berdiri sendiri karena ada kebijakan dan proses yang telah dimulai pada masa sebelumnya.

        Prabowo menyampaikan hal tersebut saat meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan sejumlah proyek hilirisasi di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). Dalam agenda tersebut, pemerintah juga meluncurkan 11 proyek industri dengan nilai investasi total US$10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun.

        Menurut Prabowo, capaian industri tidak bisa dilihat hanya dari hasil yang muncul pada hari ini. Ia menggarisbawahi pentingnya proses panjang dan kebijakan yang telah berjalan sebelumnya dalam menghasilkan proyek yang kini memasuki tahap produksi maupun ekspor.

        “Saudara-saudara sekalian, apa yang telah kita lihat hari ini tidak bisa lepas daripada hari kemarin. Jadi, sebagaimana saya mengatakan setiap saat, keberhasilan hari ini menuju kepada keberhasilan hari esok, itu telah dimulai dari hari kemarin,” ujar Prabowo.

        Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan momentum pertama kalinya Indonesia melakukan ekspor baterai kendaraan listrik. Bagi pemerintah, ekspor tersebut menjadi salah satu hasil konkret dari pengembangan industri berbasis hilirisasi nikel di dalam negeri.

        Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa ekspor perdana baterai kendaraan listrik merupakan langkah penting. Ia bahkan menyebut capaian tersebut sebagai bukti bahwa strategi hilirisasi yang dijalankan pemerintah berada di jalur yang benar.

        “Hari ini, ekspor perdana baterai kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya,” kata Prabowo.

        Dengan dua pernyataan tersebut, Prabowo menyampaikan dua pesan sekaligus. Pertama, pemerintah melihat ekspor baterai sebagai hasil nyata dari kebijakan hilirisasi, dan kedua, capaian itu menurutnya tidak dapat dipisahkan dari proses yang sudah dimulai sebelumnya.

        Agenda di IWIP sendiri tidak hanya berkaitan dengan ekspor baterai. Pemerintah juga meresmikan pengoperasian komersial empat proyek industri dan memulai pembangunan tujuh proyek baru yang menjadi bagian dari ekosistem hilirisasi nikel.

        Produk yang diekspor dalam momentum tersebut mencakup bahan baku baterai jenis NMC dan LFP dari PT REPT Baterai Indonesia. Sejumlah produk industri lain yang ikut diresmikan antara lain MHP dari PT Blue Sparking Energy, kapasitor aluminium elektrolitik dari PT Pioneer Aluminium Industries, serta komponen alat berat berbasis kendaraan listrik dari PT XCMG Indonesia Manufacturing.

        Rangkaian proyek tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi yang dikembangkan di IWIP tidak hanya diarahkan pada pengolahan nikel. Ekosistemnya mulai mencakup material baterai, aluminium, komponen kendaraan listrik, hingga industri pendukung lainnya.

        Total nilai investasi dari program yang diluncurkan Prabowo mencapai US$10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun. Dari jumlah tersebut, sejumlah proyek telah memasuki tahap komersial, sementara proyek lainnya baru dimulai melalui proses groundbreaking.

        Baca Juga: Prabowo Tegaskan Ekspor Perdana Baterai EV Jadi Bukti Hilirisasi Berhasil: Strategi Kita Benar

        Pesan mengenai kesinambungan kebijakan menjadi menarik karena hilirisasi merupakan agenda yang membutuhkan waktu panjang. Pembangunan fasilitas industri, pengolahan bahan baku, pembentukan rantai pasok, hingga masuknya produk ke pasar ekspor tidak dapat berlangsung hanya dalam waktu singkat.

        Karena itu, ketika Prabowo mengatakan keberhasilan hari ini telah dimulai dari hari kemarin, ia menempatkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik sebagai bagian dari proses yang lebih panjang. Pemerintah saat ini kemudian melanjutkan dan memperluas agenda tersebut melalui proyek-proyek hilirisasi baru.

        Ekspor perdana baterai EV pun bukan hanya menjadi catatan baru bagi industri Indonesia, tetapi juga menjadi momentum ketika Prabowo secara terbuka menekankan bahwa capaian ekonomi hari ini memiliki kesinambungan dengan proses yang telah berjalan sebelumnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: