Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Haji Isam Ambil 30% BYAN, Kepemilikan Low Tuck Kwong Susut Jadi 9,95%

        Haji Isam Ambil 30% BYAN, Kepemilikan Low Tuck Kwong Susut Jadi 9,95% Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Konglomerat Low Tuck Kwong bersama putrinya, Elaine Low, mengurangi kepemilikan saham mereka di PT Bayan Resources Tbk. (BYAN). Sebagian saham tersebut kini beralih kepada PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Haji Isam.

        Perubahan kepemilikan tersebut membuat porsi saham Low Tuck Kwong di BYAN turun drastis menjadi 9,95%.

        Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per pemegang saham di atas 5%, kepemilikan Low Tuck Kwong menyusut dari sebelumnya 13,38 miliar saham atau 40,15% menjadi 3,31 miliar saham atau 9,95%.

        Sementara itu, kepemilikan Elaine Low hanya turun tipis. Porsinya berkurang dari 22,10% atau 7,36 miliar saham menjadi 22,05% atau sekitar 7,35 miliar saham.

        Di sisi lain, PT Jhonlin Baratama kini menguasai 10,08 miliar saham BYAN atau setara dengan 30,25% dari total saham perseroan.

        Transaksi Rp26,10 Triliun

        Pengalihan saham tersebut dilakukan melalui pasar negosiasi (crossing) pada Rabu (7/10/2026).

        Total nilai transaksi mencapai Rp26,10 triliun. Transaksi dilakukan dalam tiga kali negosiasi dengan melibatkan 10.084.088.370 saham pada harga Rp2.588 per saham.

        Harga tersebut jauh di bawah harga BYAN di pasar reguler yang berada di sekitar Rp12.875 per saham. Artinya, harga transaksi mencerminkan diskon sekitar 79,9%.

        Baca Juga: Haji Isam Agunkan Saham JARR-PGUN ke Mandiri, Sambil Kejar 30,25% BYAN

        Baca Juga: Haji Isam Tambah Borong Saham BYAN, Porsinya Makin Jumbo

        Baca Juga: Daftar Pemegang Saham BYAN Terbaru, Haji Isam Sudah Masuk?

        Dari sisi valuasi, harga tersebut setara dengan Price to Book Value (PBV) sekitar 1,73 kali.

        Jumlah saham yang berpindah tangan tersebut sesuai dengan adendum Conditional Stock Purchase Agreement (CSPA) tertanggal 1 Oktober 2026.

        Dalam adendum tersebut, jumlah saham yang akan dialihkan kepada Jhonlin Baratama disesuaikan dari sebelumnya 10 miliar saham menjadi 10,08 miliar saham.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Merlina Aryanti
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: