- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Haji Isam Agunkan Saham JARR-PGUN ke Mandiri, Sambil Kejar 30,25% BYAN
Kredit Foto: Istimewa
Pemilik Jhonlin Group, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam menjaminkan saham dua entitas usahanya, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Penjaminan saham tersebut menjadi bagian dari fasilitas kredit yang diajukan Haji Isam kepada Bank Mandiri. Namun, manajemen belum menjelaskan secara rinci penggunaan dana dari fasilitas kredit tersebut.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, akta gadai saham ditandatangani pada Rabu (30/9/2026). Dalam transaksi ini, Haji Isam menjaminkan seluruh saham miliknya di PT Eshan Agro Sentosa, perusahaan pengendali JARR.
Direktur Utama JARR, Indra Irawan memastikan penjaminan tersebut telah dilakukan sesuai ketentuan hukum dan tidak mengubah struktur pengendalian perusahaan.
"Perseroan menegaskan bahwa gadai saham itu tidak mengakibatkan perubahan pengendalian atas perseroan," ujar Indra dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Selain JARR, agunan juga mencakup saham pengendali PGUN yang dimiliki melalui sejumlah entitas, yakni PT Baramega Citra Mulia Persada, PT Citra Agro Raya, dan PT Araya Agro Lestari.
Penjaminan saham tersebut dilakukan di tengah aksi Haji Isam untuk mengambil alih porsi besar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Melalui PT Jhonlin Baratama, Haji Isam telah merevisi perjanjian jual beli saham bersyarat atau conditional sales and purchase agreement (CSPA) dengan pendiri BYAN, Low Tuck Kwong, dan putrinya, Elaine Low.
Dalam kesepakatan terbaru, porsi saham yang akan diakuisisi mencapai 30,25% atau 10.084.088.370 saham BYAN, naik dari rencana awal sebesar 30%.
Rencana akuisisi tersebut juga mulai terlihat di pasar. Pada perdagangan Rabu (7/10/2026) pagi, tercatat transaksi tutup sendiri (crossing) saham BYAN di pasar negosiasi dengan nilai mencapai Rp26,1 triliun.
Baca Juga: Haji Isam Perbesar Kepemilkan, Saham BYAN Mendadak Terjun Bebas
Baca Juga: Haji Isam Tambah Borong Saham BYAN, Porsinya Makin Jumbo
Transaksi tersebut mencakup sekitar 10,08 miliar saham yang dieksekusi dalam tiga tahap pada harga Rp2.588 per saham. Harga ini jauh di bawah harga pembukaan BYAN di pasar reguler yang berada di level Rp13.450 per saham.
Meski transaksi telah berlangsung, penyelesaian akuisisi masih menunggu pemenuhan sejumlah syarat pendahuluan (conditions precedent).
Setelah transaksi rampung, Low Tuck Kwong diproyeksikan tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 20,85% atau sekitar 6,95 miliar saham. Sementara itu, Elaine Low akan memegang 11,39% atau sekitar 3,79 miliar saham BYAN.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: