Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kopdes Merah Putih Masuk Rantai Pasok Tambang PT Timah di Babel

        Kopdes Merah Putih Masuk Rantai Pasok Tambang PT Timah di Babel Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Bangka Belitung -

        Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung dan PT Timah Tbk, memperkuat peran koperasi dan koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP) atau Kopdes dalam ekosistem pertambangan timah di Kepulauan Bangka Belitung (Babel). 

        "Melalui koperasi didorong untuk bertransformasi menjadi pelaku usaha pertambangan yang legal, profesional, produktif, serta berkelanjutan," kata Asisten Deputi Pengembangan Produksi Kemenkop Elviandi, Minggu (11/10/2026).

        Pertambangan timah merupakan tulang punggung perekonomian Babel. Pada 2025, produk domestik regional bruto (PDRB) daerah ini mencapai Rp116,81 triliun dengan pertumbuhan 4,09%. 

        Sektor pertambangan dan penggalian menyumbang 7,89 persen (Rp 9,21 triliun) terhadap PDRB, di mana pertambangan bijih logam berkontribusi Rp 5,65 triliun. Selain itu, nilai ekspor timah tercatat mencapai 1,66 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau 80,42 persen dari total ekspor provinsi.

        Elviandi menegaskan, Kemenkop ingin agar masyarakat tidak hanya menjadi penambang atau pihak yang berada di bagian paling bawah dari rantai nilai pertambangan.

        "Melalui koperasi, masyarakat dapat mengonsolidasikan sumber daya, memperkuat tata kelola, meningkatkan posisi tawar, serta membangun kekuatan ekonomi secara bersama-sama," tegasnya.

        Penguatan peran koperasi ini selaras dengan program prioritas Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel Berdaya 2029) serta dukungan regulasi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Koperasi Nomor 12 Tahun 2025. 

        Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Babel per Oktober 2026, populasi koperasi di Babel mencapai 1.819 unit (1.397 koperasi aktif). Dari jumlah tersebut, telah terbentuk 393 KDKMP.

        Elviandi berharap sinergi ini, serta gerakan koperasi dapat menjadi model percontohan nasional dalam pengembangan usaha pertambangan berbasis koperasi yang legal, aman, produktif, dan berkelanjutan.

        Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Babel Arie Primajaya menuturkan, pihkanya fokus memfasilitasi kelembagaan, perizinan, hingga percepatan sarana pendukung seperti pembangunan gerai dan pemetaan lahan guna memperkuat daya saing ekonomi desa.

        "Kami berkomitmen mendampingi koperasi desa dan koperasi eksisting agar tidak hanya tertib administrasi dan kelembagaan. Tetapi juga siap secara teknis dan operasional untuk bermitra dengan BUMN maupun pelaku usaha pertambangan secara legal," katanya.

        Baca Juga: Bulog Longgarkan Aturan untuk Kopdes Merah Putih, Pesanan Beras SPHP Tak Dibatasi 2 Ton

        Baca Juga: Inalum Buka Suara soal Rencana Akuisisi Tambang Bauksit Antam

        Sebagai BUMN pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), PT Timah mendukung penuh pelibatan koperasi dalam rantai pasok penambangan dengan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan Good Mining Practice (GMP) secara ketat.

        Kerja sama antara PT Timah dengan Koperasi serta Kopdes Merah Putih yang tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, hingga Pangkalpinang, dilakukan melalui mekanisme transparan berbasis digitalisasi. 

        Calon mitra koperasi wajib melewati proses pra-kualifikasi legalitas dan finansial melalui portal Pengadaan.Com (PDC) serta evaluasi teknis, peralatan, dan K3LH melalui Mining Contractors Online System (MCOS).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: