Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gasifikasi PLTMG Kupang Jalan, PLN EPI Petakan Peluang Ekonomi Warga

        Gasifikasi PLTMG Kupang Jalan, PLN EPI Petakan Peluang Ekonomi Warga Kredit Foto: PLN EPI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mulai melakukan kajian sosial di sekitar proyek gasifikasi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Kupang Peaker di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

        Kajian tersebut dilakukan untuk memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat, potensi usaha lokal, serta kebutuhan warga yang nantinya menjadi dasar penyusunan program pemberdayaan di sekitar proyek.

        Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, mengatakan pemetaan kondisi masyarakat diperlukan agar pengembangan proyek energi dapat berjalan seiring dengan kebutuhan warga sekitar.

        “Yang kami lakukan bukan hanya melihat proyeknya, tetapi juga memahami kondisi masyarakat di sekitarnya. Kami membutuhkan dukungan masyarakat dan pada saat yang sama ingin memastikan keberadaan kegiatan PLN dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Mamit dalam keterangannya, Senin (12/10/2026). 

        Ia menyebut, pelibatan masyarakat sejak tahap awal menjadi bagian penting untuk membangun komunikasi antara PLN, pemerintah daerah, dan warga sekitar proyek.

        “Harapannya, sinergi antara PLN, pemerintah, dan masyarakat semakin kuat. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting agar proyek dapat berjalan dengan baik, sementara manfaat dari keberadaan proyek juga dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.

        Dalam kajian tersebut, PLN EPI akan melihat sejumlah potensi lokal, mulai dari budidaya rumput laut, ekosistem dan biota laut, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti tenun ikat khas NTT.

        Selain itu, kajian juga mencakup kebutuhan dasar masyarakat, seperti akses air bersih, pendidikan, dan kesehatan. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

        Manager PLN Unit Layanan Pelanggan Kupang I Made Dedik Parnanda Satriadi mengatakan, dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.

        “Kalau pembangkitnya bagus dan andal, kami di sisi pelayanan juga akan lebih mudah menjaga keandalan listrik kepada masyarakat. Karena itu, setiap pengembangan infrastruktur perlu dikomunikasikan dengan baik agar mendapat dukungan masyarakat dan manfaatnya dapat dirasakan bersama,” ujar I Made.

        Perwakilan Kecamatan Kupang Barat Yanti Tumpu Nati berharap kajian sosial tersebut dapat menghasilkan pemetaan yang sesuai dengan kondisi masyarakat Desa Lifuleo.

        Baca Juga: PLN EPI Buka Rantai Pasok Biomassa 9 Juta Ton untuk Pengusaha Lokal dan UMKM

        Baca Juga: PLN Siap Integrasikan PLTA Batang Toru 510 MW ke Sistem Sumbagut

        “Sebagai pemerintah, kami sangat mendukung kegiatan yang bersentuhan langsung dengan PLN dan masyarakat. Kami berharap kajian ini dapat menangkap kebutuhan dan potensi masyarakat Desa Lifuleo sehingga program yang nantinya dikembangkan benar-benar tepat sasaran, bermanfaat, dan dapat berkelanjutan,” kata Yanti.

        PLTMG Kupang Peaker berkapasitas 40 megawatt (MW) merupakan salah satu infrastruktur pembangkitan yang mendukung sistem kelistrikan NTT. Dalam program gasifikasi pembangkit, PLN EPI juga menyiapkan dukungan energi primer melalui penyediaan gas bumi, termasuk LNG, untuk memperkuat pasokan energi dan meningkatkan efisiensi pembangkitan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: