Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bandara Riyadh Ditutup hingga 17 Oktober, Rentetan Serangan Houthi Tewaskan 18 Orang

        Bandara Riyadh Ditutup hingga 17 Oktober, Rentetan Serangan Houthi Tewaskan 18 Orang Kredit Foto: Instagram Riyadh Air
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        WartaEkonomi, Jakarta-Otoritas Arab Saudi memperpanjang penangguhan operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh hingga 17 Oktober 2026 menyusul serangkaian serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi dari Yaman. Penutupan tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan fasilitas bandara sebelum penerbangan kembali beroperasi.

        Dilansir dari AFP, Senin (12/10/2026), rentetan serangan terhadap bandara tersebut dalam beberapa hari terakhir telah menewaskan sedikitnya 18 orang. Serangan paling mematikan terjadi pada Sabtu (10/10), ketika 13 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

        Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) menyatakan perpanjangan penangguhan diperlukan untuk menyelesaikan pemeriksaan keselamatan fasilitas serta memastikan kesiapan operasional bandara.

        Keputusan tersebut diambil setelah sejumlah serangan menghantam kawasan bandara dan menimbulkan kerusakan pada fasilitas penerbangan. Otoritas terkait masih melakukan penilaian terhadap dampak serangan sebelum menentukan kapan layanan dapat kembali dibuka.

        Fasilitas Bandara Rusak, Penerbangan Dibatalkan

        Dampak serangan tidak hanya dirasakan oleh penumpang, tetapi juga mengganggu aktivitas penerbangan internasional menuju Arab Saudi.

        Sejumlah fasilitas bandara dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk terminal penumpang serta perangkat pendukung navigasi dan komunikasi. Kondisi fasilitas penerbangan tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperiksa sebelum operasional dipulihkan.

        Perpanjangan penutupan hingga 17 Oktober turut memengaruhi jadwal penerbangan sejumlah maskapai internasional. Penumpang yang memiliki jadwal perjalanan ke Riyadh diminta memeriksa informasi terbaru dari maskapai masing-masing terkait pembatalan, penjadwalan ulang, maupun pengembalian dana.

        Maskapai nasional Uni Emirat Arab, Etihad Airways, sebelumnya mengumumkan pembatalan penerbangan dari dan menuju Riyadh akibat situasi keamanan regional. Maskapai tersebut juga melakukan penyesuaian penerbangan ke sejumlah kota lain di Arab Saudi.

        Sementara itu, Gulf Air, maskapai nasional Bahrain, mengumumkan pembatalan penerbangan Riyadh hingga 17 Oktober 2026. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat di tengah meningkatnya risiko keamanan.

        Gangguan transportasi juga meluas ke layanan kereta perkotaan. Sejumlah stasiun Riyadh Metro yang melayani akses menuju bandara dilaporkan menghentikan operasional untuk sementara waktu.

        Baca Juga: Rudal Houthi dan Ancaman ke Mekah: Mengapa Saudi Siaga?

        Serangan Houthi Tingkatkan Ancaman Keamanan Penerbangan

        Serangkaian serangan terhadap Riyadh menambah ketegangan konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman. Dalam beberapa hari terakhir, ancaman serangan rudal dan pesawat nirawak turut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur sipil di kawasan tersebut.

        Kelompok Houthi sebelumnya mengklaim sejumlah serangan terhadap target di Arab Saudi dan mengancam akan melanjutkan serangan terhadap pusat transportasi negara itu.

        Selain Bandara Internasional King Khalid, Bandara Internasional King Fahd di Dammam juga dilaporkan menjadi sasaran serangan. Kondisi tersebut memperbesar kekhawatiran terhadap keamanan jalur penerbangan dan transportasi di Arab Saudi.

        Pihak berwenang kini memprioritaskan pemeriksaan fasilitas serta evaluasi keamanan sebelum mengizinkan penerbangan kembali beroperasi. Hingga 12 Oktober 2026, penangguhan operasional Bandara Internasional King Khalid dijadwalkan berlangsung sampai 17 Oktober.

        Penumpang yang berencana melakukan perjalanan menuju Riyadh, termasuk untuk keperluan ibadah umrah, disarankan memantau pengumuman resmi bandara dan maskapai sebelum berangkat guna menghindari gangguan perjalanan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Taufan Bara Mukti
        Editor: Taufan Bara Mukti

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: