Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Serangan Houthi Berulang di Riyadh, Jemaah Umrah RI Diminta Waspada

        Serangan Houthi Berulang di Riyadh, Jemaah Umrah RI Diminta Waspada Kredit Foto: Reuters/Mohamed Azakir
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Serangan kelompok Houthi yang berulang kali menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, memicu peningkatan kewaspadaan terhadap keselamatan penerbangan dan perjalanan masyarakat. Dalam rangkaian serangan pada 6–11 Oktober 2026, sebanyak 19 orang dilaporkan tewas dan sekitar 300 lainnya mengalami luka-luka.

        Situasi keamanan tersebut turut menjadi perhatian pemerintah Indonesia, terutama terkait keselamatan warga negara Indonesia (WNI) dan jemaah umrah yang berada di Arab Saudi maupun yang berencana melakukan perjalanan ke negara tersebut.

        Berdasarkan rincian laporan yang tersedia, tiga orang tewas dalam serangan pada 6–7 Oktober, termasuk kru maskapai Saudia. Tiga korban jiwa lainnya dilaporkan dalam serangan berikutnya. Sementara itu, serangan pada Sabtu (10/10/2026) menewaskan 12 orang, disusul satu korban jiwa pada Minggu (11/10/2026).

        Rangkaian serangan tersebut berdampak pada operasional penerbangan di Riyadh. Otoritas Arab Saudi memperpanjang penangguhan operasional Bandara Internasional King Khalid demi memastikan keselamatan fasilitas dan kesiapan operasional sebelum layanan kembali dibuka.

        Baca Juga: Harga Minyak Naik Jadi US$103 per Barel, Serangan Houthi ke Fasilitas Aramco Picu Kekhawatiran Pasokan

        Houthi Keluarkan Peringatan untuk Maskapai dan Wisatawan

        Di tengah meningkatnya ketegangan, kelompok Houthi kembali mengeluarkan peringatan kepada maskapai penerbangan, pekerja bandara, dan wisatawan agar tidak menggunakan bandara maupun ruang udara Arab Saudi.

        Dikutip dari Reuters, peringatan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang diunggah di media sosial X. Houthi menyebut wilayah udara dan bandara Arab Saudi berisiko menjadi sasaran serangan.

        Kelompok tersebut mengecualikan bandara di Makkah dan Madinah dari peringatannya. Houthi juga mendesak pihak-pihak terkait untuk menanggapi ancaman tersebut secara serius serta memperingatkan bahwa situasi berpotensi memburuk.

        Pernyataan itu menambah kekhawatiran terhadap keselamatan perjalanan udara di kawasan tersebut. Namun, ancaman yang disampaikan Houthi merupakan pernyataan pihak yang terlibat konflik dan tidak dengan sendirinya memastikan lokasi maupun waktu serangan berikutnya.

        Bandara King Khalid Kembali Ditangguhkan

        Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) pada Senin (12/10/2026) mengumumkan perpanjangan penangguhan operasional Bandara Internasional King Khalid. Kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari penangguhan yang diumumkan pada Sabtu (10/10/2026).

        Mengutip Anadolu, GACA menyatakan perpanjangan dilakukan untuk menyelesaikan prosedur yang diperlukan guna menjamin keselamatan fasilitas dan memastikan kesiapan operasional bandara.

        Meski demikian, otoritas penerbangan tersebut tidak menyampaikan tanggal pasti pembukaan kembali bandara.

        Penangguhan ini membuat calon penumpang perlu memeriksa kembali jadwal penerbangan dan menghubungi maskapai masing-masing untuk memperoleh informasi terbaru mengenai pembatalan, perubahan rute, maupun penjadwalan ulang perjalanan.

        Sejumlah Negara Terbitkan Imbauan Perjalanan

        Meningkatnya risiko keamanan juga mendorong sejumlah negara mengeluarkan imbauan perjalanan atau travel advisory bagi warga negaranya yang hendak menuju Arab Saudi.

        Mengutip Al Jazeera, Australia dan Selandia Baru turut mengeluarkan imbauan pada Senin (12/10/2026). Langkah tersebut menyusul imbauan serupa dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Korea Selatan, dan Jepang.

        Sementara itu, pemerintah Indonesia mengingatkan WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan. Jemaah umrah juga diimbau memperhatikan perkembangan keamanan dan memastikan status penerbangan sebelum melakukan perjalanan.

        Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya meminta WNI membatasi perjalanan yang tidak mendesak, menghindari lokasi rawan, khususnya kawasan Bandara Internasional King Khalid, serta mematuhi arahan otoritas setempat.

        WNI yang hendak bepergian dari atau menuju Arab Saudi disarankan terus memantau informasi resmi dari pemerintah Arab Saudi, perwakilan Indonesia, dan maskapai penerbangan.

        Di tengah situasi yang masih berkembang, keselamatan perlu menjadi prioritas utama bagi jemaah umrah dan seluruh WNI. Masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial, tetapi juga memastikan kebenarannya melalui sumber resmi sebelum mengambil keputusan perjalanan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Taufan Bara Mukti
        Editor: Taufan Bara Mukti

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: