Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Eni Ungkap Potensi Gas Jumbo di RI Usai Sepakati Penjualan Aset ke Pertamina dan Medco

        Eni Ungkap Potensi Gas Jumbo di RI Usai Sepakati Penjualan Aset ke Pertamina dan Medco Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Italia -

        Raksasa migas asal Italia, Eni, buka suara terkait pelepasan sebagian kepemilikan aset hulu migas di Indonesia kepada PT Pertamina (Persero) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi). Perusahaan menyebut transaksi tersebut mencakup sejumlah aset strategis dengan potensi pengembangan gas di Indonesia.

        Eni telah menandatangani dua perjanjian mengikat untuk menjual kepemilikannya pada sejumlah aset hulu migas terpilih di Indonesia yang dioperasikan oleh Searah, perusahaan patungan independen antara Eni dan Petronas dengan kepemilikan masing-masing 50%.

        Melalui transaksi tersebut, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) akan mengakuisisi 10% hak partisipasi Eni di blok East Sepinggan, North Ganal, dan Rapak PSC.

        Aset tersebut mencakup lapangan gas yang telah berproduksi, yaitu Merakes dan East Merakes, serta penemuan gas Geng North–Gehem yang saat ini dikembangkan melalui proyek North Hub Gas yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional.

        Sementara itu, PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) akan mengakuisisi 10% hak partisipasi nonoperator Eni di empat Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur.

        Aset tersebut mencakup lapangan Jangkrik yang telah berproduksi, proyek gas Maha, Gendalo, dan Gandang yang dikembangkan sebagai bagian dari proyek South Hub, serta penemuan gas raksasa terbaru Geliga.

        "Transaksi ini dilakukan setelah dimulainya operasi Searah dan mencerminkan peningkatan nilai yang berhasil diciptakan Eni di wilayah Cekungan Kutei (Kutei Basin) dalam beberapa tahun terakhir melalui kemampuan eksplorasi dan pengembangan yang dimiliki perusahaan," ujar manajemen Eni dalam keterangan resmi, Senin (12/10/2026).

        Peningkatan nilai tersebut didukung oleh keberhasilan aktivitas eksplorasi Eni di wilayah Cekungan Kutei. Penemuan terbaru di Geng North dan Geliga telah mengidentifikasi potensi lebih dari 10 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/Tcf) gas dan 650 juta barel kondensat.

        Selain itu, keputusan investasi akhir (final investment decision/FID) untuk proyek North Hub dan South Hub yang diumumkan pada Maret lalu turut memperkuat pengembangan aset gas tersebut. Eni menyebut hasil eksplorasi dan pengembangan ini telah menciptakan nilai signifikan bagi perusahaan serta menarik minat kuat dari industri terhadap aset-aset tersebut.

        Meski demikian, Eni menyatakan penyelesaian kedua transaksi tersebut masih menunggu persetujuan pemerintah dan regulator sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

        "Penyelesaian kedua transaksi tersebut masih menunggu persetujuan pemerintah dan regulator sesuai ketentuan yang berlaku," ungkap manajemen Eni.

        Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Sunaryanto mengatakan akuisisi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan cadangan dan produksi migas melalui pengembangan portofolio aset yang berkualitas dan memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.

        "Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi PHE untuk terus memperkuat portofolio hulu migas melalui investasi pada aset yang memiliki fundamental kuat, potensi sumber daya yang besar, serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan negara. Kehadiran Pertamina di wilayah kerja ini juga akan semakin memperkuat sinergi pengembangan migas di Kalimantan Timur," ujar Sunaryanto dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).

        Baca Juga: Bahlil Sebut Medco dan Pertamina Jadi KKKS Penyerap Sumur Rakyat di Aceh

        Baca Juga: PHE Resmi Akuisisi 3 Wilayah Kerja Strategis Eni di Kalimantan Timur

        Sementara itu, CEO MedcoEnergi Ronald Gunawan mengatakan transaksi tersebut melengkapi portofolio perusahaan di Indonesia sekaligus memperluas kehadiran MedcoEnergi dalam rantai pasok LNG yang telah didukung infrastruktur dan operasi berkelas dunia.

        "Transaksi ini melengkapi portofolio kami di Indonesia, memperluas kehadiran kami dalam rantai pasokan LNG yang telah terbangun dengan dukungan infrastruktur dan operasi berkelas dunia," ujar Ronald.

        "Langkah ini juga memperkuat basis produksi jangka panjang kami dengan aset yang telah berproduksi dan proyek pengembangan gas berskala besar, sekaligus membuka potensi eksplorasi di Cekungan Kutai yang sangat prospektif, berkat keberhasilan eksplorasi terkini maupun berbagai prospek yang menjanjikan di masa depan," tandasnya, Senin (12/10/2026).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: