Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ngaku Sudah Jadi Seniman, SBY: Jangan Utamakan Partai Politik, Negara Belakangan, Wrong!

        Ngaku Sudah Jadi Seniman, SBY: Jangan Utamakan Partai Politik, Negara Belakangan, Wrong! Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelaskan perbedaan mendasar antara politisi dan negarawan dalam pidatonya di acara Dies Natalis ke-68 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Padjadjaran (Unpad), Jawa Barat, Selasa (13/10/2026).

        Menurut SBY, politisi cenderung memikirkan peluang untuk terpilih kembali pada pemilu berikutnya, sedangkan negarawan harus memikirkan masa depan bangsa dalam jangka panjang.

        "Politisi, biasanya yang dipikirkan pemilihan umum berikutnya lagi. Betul? Kalau gubernur, bupati, wali kota, presiden semoga terpilih kembali. Itu sah, tidak salah. Anggota DPR, DPD, DPRD terpilih kembali, tidak salah. Politisi. Tapi negarawan harus memikirkan masa yang jauh ke depan,” ujar SBY.

        SBY mengingatkan bahwa pejabat yang memiliki jiwa negarawan pasti memiliki pola pikir yang berbeda. Ia menegaskan tidak semua mantan pejabat otomatis menjadi negarawan.

        “Jangan partai politik yang diutamakan, negaranya belakangan, wrong,” tegas SBY disambut tepuk tangan hadirin.

        Ia mengutip pepatah: “Loyalty to my party ends when loyalty to my country begins.”

        SBY juga menyatakan dirinya kini sudah menjadi “seniman” dan tidak lagi aktif dalam politik praktis maupun politik kekuasaan sehari-hari.

        SBY menyampaikan bahwa saat ini sudah ada generasi yang lebih muda untuk maju di politik. Sebagai orangtua, ia hanya memberikan dorongan dan restu agar anak-anak muda sukses menjalankan misi politik mereka.

        Ia juga menekankan bahwa sistem demokrasi tetap lebih baik dibandingkan sistem lainnya, meskipun tetap memiliki kekurangan.

        “Politik itu keras, politik itu kejam, tapi tetap ada moralnya, ada etikanya. Nah di situlah pilihan yang mesti kita pilih. I love democracy, meskipun demokrasi juga ada masalah-masalahnya, tapi dibandingkan dengan sistem yang lain, for me it’s better,” tegas SBY.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: