Geduh Putih AS Juga Tengah Ramai Isu Ijazah, Baru Dilantik Anak Buah Presiden Trump Disorot
Kredit Foto: Ist
Sama seperti di Indonesia yang saat ini tengah heboh dengan polemik isu ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Gedung Putih Amerika Serikat juga sama, kali ini menimpa Sekretaris Pers yang baru dilantik, Katie Zacharia, di tengah sorotan publik terkait keabsahan lisensi atau ijazah pengacaranya.
Kontroversi ini memuncak setelah Zacharia terbukti tidak terdaftar sebagai pengacara berlisensi di negara bagian mana pun di Amerika Serikat.
Sorotan publik bermula saat Presiden Donald Trump memperkenalkan Zacharia (42) sebagai seorang attorney (pengacara berlisensi) saat mengumumkan pengangkatannya. Zacharia sendiri kerap menyebut dirinya sebagai lawyer (lulusan hukum).
Keraguan publik menguat ketika seorang jurnalis menanyakan di negara bagian mana Zacharia lulus ujian advokat (bar exam). Berdiri di samping Presiden, Zacharia justru memberikan jawaban membingungkan: "Saat saya pindah ke China."
Dalam wawancaranya bersama The New York Times, Zacharia mengklarifikasi bahwa jawaban tersebut murni disebabkan oleh kesalahpahaman akibat suara bising helikopter Marine One.
Ia mengaku salah mendengar dan mengira jurnalis tersebut menanyakan ke mana dirinya pergi setelah lulus dari sekolah hukum.
Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, Zacharia pernah mengikuti bar exam di California usai lulus dari Pepperdine University pada 2011, namun tidak lulus.
Ujian di California dikenal sebagai salah satu yang paling berat di AS. Saat itu, ia tengah disibukkan oleh persiapan pernikahan dan rencana pindah ke Beijing mengikuti suaminya yang bekerja di perusahaan private equity.
Isu ini berbuntut panjang setelah kelompok pengawas pemerintah, Campaign for Accountability, melayangkan laporan resmi ke Asosiasi Advokat Negara Bagian California (California State Bar Association).
Laporan tersebut mendesak penyelidikan atas dugaan bahwa Zacharia secara berulang mengaku sebagai pengacara kepada publik tanpa memiliki lisensi resmi, tindakan yang dikategorikan sebagai pelanggaran hukum di California.
Di Amerika Serikat, gelar sarjana hukum tidak otomatis memberikan hak atau izin untuk membuka praktik hukum tanpa lulus bar exam.
Zacharia mengklaim pernah meminta saran dari pimpinan Pepperdine University, yang menyebut dirinya boleh menggunakan istilah lawyer, tetapi tidak boleh mengaku sebagai attorney.
Gedung Putih Pasang Badan: 'Sangat Berkualifikasi dan Cerdas'
Menanggapi gelombang kritik tersebut, Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, pasang badan membela Zacharia dan memuji kapasitas kepemimpinannya.
"Dia memiliki kualifikasi yang unik dan sangat cerdas (whip smart) untuk membantu memberikan informasi kepada rakyat Amerika," tegas Steven Cheung.
Zacharia turut memberikan pernyataan resmi bahwa dirinya berpengalaman dalam hukum transaksi internasional dengan kualifikasi yang sesuai.
Berdasarkan profil profesionalnya, ia tercatat pernah bekerja di Zhong Lun Law Firm di Beijing (2011–2013) serta mengklaim pernah menjadi penasihat eksternal (outside counsel) untuk International Finance Corporation (IFC) dan Bank Dunia.
Sebelum ditunjuk mengisi posisi strategis di Gedung Putih, konsultan politik ini juga pernah menjabat sebagai general counsel untuk Fix California, sebuah organisasi nirlaba konservatif yang didirikan oleh sekutu dekat Trump, Ric Grenell.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: