Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Masalah Konser Berkepanjangan, MUI: Apa Sahroni yang Anggota DPR Itu Tidak Paham?

        Masalah Konser Berkepanjangan, MUI: Apa Sahroni yang Anggota DPR Itu Tidak Paham? Kredit Foto: DPR
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Polemik antara Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) M Cholil Nafis dan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni kembali memanas. Kali ini, Cholil mempertanyakan pemahaman Sahroni mengenai tugas MUI setelah sang legislator meminta organisasi tersebut fokus mengurus sertifikasi halal ketimbang ikut menyoroti persoalan konser.

        Cholil menegaskan bahwa sikap MUI dalam menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina bukanlah persoalan yang bisa dilepaskan dari konstitusi Indonesia. Menurutnya, sikap tersebut berlandaskan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan.

        "Ini banyak yang tak ngerti tentang tugas MUI. Ini soal peneguhan UUD 45 bahwa Indonesia anti Penjajahan dan berpihak pada kemerdekaan Palestina, maka semua yang mendukung penjajahan harus kita tolak," tulis Cholil Nafis di akun X, dikutip Jumat (16/10/2026).

        "Apa Sahroni yang anggota DPR RI itu paham ini ya?" ujarnya. 

        Baca Juga: Mahfud MD: Bangsa Kita Sepertinya Betul-betul Sakit

        Tak hanya menanggapi soal Palestina, Cholil juga mengoreksi anggapan Sahroni mengenai kewenangan sertifikasi halal. Ia mengingatkan bahwa kewenangan utama penyelenggaraan sertifikasi halal kini berada di tangan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), sesuai regulasi perundang-undangan, bukan di bawah MUI.

        Cholil turut menyentil Sahroni sebagai anggota DPR yang dinilainya belum memahami posisi dan fungsi kelembagaan organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia. Ia menegaskan, MUI bukan lembaga pemerintah, melainkan wadah musyawarah ormas-ormas Islam yang mengemban misi dakwah serta amar makruf nahi mungkar.

        Karena itu, menurut Cholil, keterlibatan MUI dalam menyuarakan persoalan kebangsaan, isu kemanusiaan global, hingga dinamika sosial seperti penyelenggaraan konser merupakan bagian dari komitmen organisasi tersebut.

        Polemik ini bermula setelah MUI menolak konser Andrea Bocelli dan Israel Houghton di Indonesia. Kedua penyanyi tersebut dinilai terafiliasi dengan zionis Israel sehingga kehadiran mereka menuai keberatan dari MUI.

        Menanggapi sikap tersebut, Sahroni melalui akun Instagramnya meminta MUI memusatkan perhatian pada pekerjaan internal, termasuk urusan sertifikasi halal. Ia menilai persoalan konser bukan hal yang semestinya menjadi fokus organisasi tersebut.

        "MUI fokus pada kerja-kerja Sertifikat Halal. Jangan urusin konser-konser, banyak tugas di internal MUI yang perlu dikerjakan " tulis Sahroni.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: