Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        VCG Ambil Alih 56,84% Saham TGUK, Bidik Pertumbuhan Bisnis Daging Beku

        VCG Ambil Alih 56,84% Saham TGUK, Bidik Pertumbuhan Bisnis Daging Beku Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) memasuki fase baru setelah Visionary Capital Global Pte. Ltd. (VCG) resmi menjadi pengendali Perseroan dengan kepemilikan 56,84% saham. Di tengah proses korporasi, TGUK berfokus memperkuat bisnis perdagangan daging beku yang kini menjadi sumber utama pendapatan.

        Direktur Utama TGUK Agus Suhada mengatakan perubahan pengendali menjadi momentum untuk memperkuat fundamental usaha dan menjaga kesinambungan operasional.

        “Perubahan pengendali menjadi fase penting bagi TGUK. Fokus kami adalah memastikan kegiatan usaha tetap berjalan dengan baik, memperkuat fundamental Perseroan, dan mengembangkan bisnis yang dapat memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap pendapatan dan profitabilitas,” ujar Agus, dikutip Senin (19/10/2026).

        VCG mengambil alih 2.030.032.377 saham TGUK milik PT Dinasti Kreatif Indonesia (DKI) pada 2 Oktober 2026. Transaksi tersebut bernilai sekitar Rp40,60 miliar dengan harga Rp20 per saham.

        Dalam keterbukaan informasi pada 5 Oktober 2026, TGUK menyatakan VCG menunjuk PT Artha Global Trikanaka Investama untuk melaksanakan penawaran tender wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadwal dan harga penawaran akan mengacu pada pengumuman resmi berikutnya.

        Transformasi bisnis TGUK terlihat sejak Perseroan mulai menjalankan perdagangan daging beku pada akhir 2025. Pada kuartal I 2026, lini usaha tersebut menyumbang sekitar Rp200,7 miliar atau 99,6% dari total pendapatan.

        Sebaliknya, lini makanan dan minuman berkontribusi sekitar Rp700 juta atau 0,4%.

        TGUK berencana memperkuat bisnis tersebut melalui perluasan jaringan distribusi dan basis pelanggan. Perseroan juga menyiapkan konsep Toko Daging Platinum yang mengintegrasikan perdagangan daging beku, makanan olahan beku, serta bisnis makanan dan minuman.

        Pengembangan ini ditujukan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan kontribusi bisnis daging terhadap pendapatan.

        “Perdagangan daging beku telah menjadi kontributor utama pendapatan TGUK. Ke depan, kami ingin memperkuat bisnis ini melalui perluasan jaringan distribusi, pengembangan basis pelanggan, dan peningkatan efektivitas rantai pasok. Kami ingin pertumbuhan bisnis tersebut juga mendukung profitabilitas Perseroan,” kata Agus.

        TGUK membukukan penjualan Rp327,35 miliar dan laba bersih Rp2,50 miliar pada semester I 2026. Hasil tersebut berbalik dari rugi bersih Rp8,44 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Baca Juga: Menperin Ungkap Fakta Industri Kaca RI, Pabrik Baru Terpakai 67%

        Perbaikan kinerja ini menjadi salah satu pijakan Perseroan untuk melanjutkan transformasi usaha. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan profitabilitas melalui pengelolaan biaya, modal kerja, dan operasional yang disiplin.

        “Perbaikan kinerja semester I menjadi pijakan untuk melanjutkan pengembangan usaha. Kami akan menjaga momentum tersebut dengan memperkuat operasional, mengembangkan jaringan distribusi, dan memastikan pertumbuhan pendapatan berjalan seiring dengan upaya menjaga profitabilitas,” ujar Agus.

        Ke depan, TGUK menghadapi dua agenda utama, yakni menuntaskan proses korporasi sesuai ketentuan dan memperkuat fundamental bisnis. Manajemen menempatkan kesinambungan usaha serta kemampuan menghasilkan laba sebagai fokus dalam fase berikutnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: