Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hutama Karya Klaim Laba Naik 6,3%, Tapi Nilainya Tak Diungkap

        Hutama Karya Klaim Laba Naik 6,3%, Tapi Nilainya Tak Diungkap Kredit Foto: Hutama Karya
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Hutama Karya (Persero) membukukan pertumbuhan laba bersih 6,30% secara tahunan (YoY) hingga kuartal III 2026. Pada periode yang sama, pendapatan usaha naik 2,70%. Sayangnya, pihak perseroan belum merinci berapa nilai laba bersih dan pendapatan usaha tersebut secara angka.  

        Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro mengatakan, pertumbuhan laba ditopang oleh peningkatan pendapatan operasional jalan tol, pengendalian beban usaha, dan efisiensi beban keuangan. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan disiplin keuangan perusahaan.

        "Pendapatan kami tumbuh moderat, tetapi beban usaha tetap terjaga dan beban bunga lebih efisien. Laba bersih tahunan kami juga meningkat sejak 2023 hingga 2025, dan tahun ini tren itu berlanjut," ujar Koentjoro dalam pernyataan resmi yang disiarkan Hutama Karya, Kamis (22/10/2026).

        Pendapatan operasional jalan tol tumbuh 12,4% secara tahunan, lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan perusahaan secara keseluruhan. "Kami membangun jalan tol, lalu mengoperasikannya. Bisnis jasa konstruksi tetap menjadi inti usaha kami," imbuh Koentjoro.

        Pendapatan bisnis jasa konstruksi bergantung pada perolehan dan siklus proyek, sedangkan pendapatan bidang usaha operasional jalan tol masuk rutin selama masa konsesi, sesuai jumlah kendaraan yang melintas. Perusahaan menilai, kombinasi keduanya membuat sumber pendapatan lebih seimbang dan arus kas lebih pasti.

        Sumber utama pendapatan operasional jalan tol adalah Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Ruas JTTS yang dioperasikan Hutama Karya dan anak usahanya kini mencapai 847 km. 

        Sepanjang semester I 2026, lalu lintas di JTTS mencapai 17 juta kendaraan, dan rata-rata lalu lintas hariannya melampaui target perusahaan. Kenaikan ini didorong oleh bertambahnya ruas yang beroperasi, makin banyaknya kawasan industri dan pelabuhan yang terhubung, serta meningkatnya penggunaan jalan tol oleh masyarakat.

        Di luar Sumatera, Hutama Karya juga mengoperasikan dua ruas tol di Jakarta, yakni Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Seksi S (JORR-S) sepanjang 14,3 km dan Jalan Tol Akses Tanjung Priok (ATP) sepanjang 11,4 km. JORR-S melayani arus kendaraan di selatan Jakarta, sedangkan ATP menjadi akses logistik menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan kedua ruas tersebut, total jalan tol yang dioperasikan Hutama Karya mencapai sekitar 872,5 km.

        Di ruas operasi, Hutama Karya menyiagakan armada layanan dan gardu transaksi, serta mengembangkan aplikasi MOZY yang menyediakan pantauan CCTV, informasi tarif, dan tombol darurat. 

        Koentjoro menyampaikan, Hutama Karya mengutamakan manajemen risiko dalam memilih proyek.

        "Setiap peluang proyek dikaji dari sisi profil risiko, kelayakan, dan kemampuan bayar pemberi kerja sebelum perusahaan memutuskan untuk terlibat. Langkah ini menjaga kualitas piutang dan arus kas perusahaan," ungkapnya. 

        Ia melaporkan, hampir separuh kontrak baru berasal dari segmen manufaktur serta pemeliharaan dan operasional jalan tol. Sisanya berasal dari proyek jalan dan jembatan, gedung, serta sumber daya air. Saat ini, Hutama Karya juga menjadi kontraktor di 27 Proyek Strategis Nasional (PSN) di berbagai sektor.

        Hingga September 2026, total aset dan ekuitas perusahaan sama-sama tumbuh dibanding tahun lalu, seiring bertambahnya ruas JTTS yang terbangun. Rasio utang berbunga terhadap modal terjaga di kisaran 0,25 kali. 

        "Kondisi ini memberi ruang bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan ke depan. Pefindo, Fitch Ratings, dan Moody's menempatkan Hutama Karya pada kategori layak investasi (investment grade)," kata Koentjoro.

        Baca Juga: Karhutla Meluas di Sumsel, Hutama Karya Perkuat Kesiagaan di Tol Trans Sumatera

        Baca Juga: Proyek Tol Binjai-Langsa Terkendala, Hutama Karya Diminta Segera Bereskan Lahan

        Baca Juga: Waskita Karya Masih Tertekan Rugi Bersih, Kini Capai Rp2,87 Triliun di Kuartal III

        Hingga akhir 2026, Hutama Karya memprioritaskan pengendalian beban usaha, memprioritaskan pengendalian beban usaha, kualitas aset, arus kas, dan efisiensi energi di lapangan. 

        Pembangunan tiga koridor JTTS juga terus berjalan, yakni Palembang–Betung, Betung–Jambi, dan Rengat–Pekanbaru (Seksi Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru). Secara internal, perusahaan meningkatkan kompetensi SDM operasi dan pemeliharaan, mengembangkan digitalisasi layanan jalan tol, dan memperkuat pengendalian risiko di setiap tahap pelaksanaan proyek. 

        "Seluruh langkah tersebut ditempuh agar perusahaan tetap tumbuh sambil menjalankan tugas negara. Penugasan negara bisa dijalankan dengan tetap menjaga kesehatan keuangan perusahaan," tegas Koentjoro.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: