Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Soal Hubungan Jokowi dan SBY, Andi Mallarangeng: Kalau dari Sisi Pak SBY…

        Soal Hubungan Jokowi dan SBY, Andi Mallarangeng: Kalau dari Sisi Pak SBY… Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, menegaskan bahwa tidak ada persoalan dari sisi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam hubungannya dengan Presiden ketujuh RI, Joko Widodo. Pernyataan itu disampaikan menyusul pertemuan keduanya yang ramai dibicarakan publik.

        Hal tersebut disampaikan Andi saat berdialog dengan Rhenald Kasali di kanal YouTube Rhenald Kasali yang tayang pada 23 Oktober 2026.

        Rhenald menyinggung momen pada 5 Oktober, ketika SBY dan Jokowi duduk berdampingan dalam sebuah acara. Menurut Rhenald, publik membaca gestur keduanya sebagai dingin, dan ia mempertanyakan apakah masih ada jarak yang belum selesai di antara kedua tokoh itu.

        “Kalau dari sisi Pak SBY tidak ada masalah,” kata Andi. Ia menyebut keduanya duduk bersama dan berbincang. Namun, ia mengakui obrolan semacam itu biasanya bersifat ringan, seperti menanyakan kabar kesehatan, bukan pembicaraan soal kebijakan.

        Andi mengingatkan agar publik tidak terlalu jauh membaca gestur para elite hanya dari tayangan televisi. Menurutnya, hanya orang yang berada di lokasi yang bisa menilai suasana sebenarnya.

        “Kita hanya berspekulasi. Saya tidak bisa menyimpulkan dari apa yang hanya kita lihat dari televisi,” ujarnya.

        Ia mengaku memahami hal itu karena pernah bekerja di Istana sebagai juru bicara presiden selama lima tahun. Menurutnya, memang ada hal yang ditampilkan kepada publik dan ada yang tidak. Salah satu tugas juru bicara adalah mengelola visualisasi di depan kamera tentang pesan yang ingin disampaikan presiden.

        Andi menilai pertemuan para mantan presiden tidak bisa dipaksakan karena menyangkut chemistry masing-masing tokoh. Ia mengakui para tokoh besar punya ego dan posisi sendiri-sendiri.

        Baca Juga: Dedi Mulyadi Buka Sayembara Lagi, Beri Hadiah Rp10 Juta untuk Informasi Pencurian Kayu Sonokeling

        Rhenald mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sempat berpikir membentuk semacam dewan penasihat presiden yang berisi para mantan presiden, seperti SBY, Jokowi, dan Megawati Soekarnoputri. Andi mengatakan persoalannya adalah bagaimana cara mengumpulkan mereka. Ia mengenang mimpi SBY tentang para mantan presiden yang naik kereta bersama, lalu turun di kampung halaman masing-masing: Jokowi di Solo, Megawati di Blitar, dan SBY di Pacitan.

        Andi juga mengenang bahwa SBY ingin menciptakan tradisi politik baru pada 2014, ketika menyambut Jokowi di Istana dan memperkenalkan situasi di sana, lalu pulang ke kampung halaman. Menurutnya, kematangan demokrasi ditentukan oleh transisi kekuasaan yang damai, dan transisi dari SBY ke Jokowi adalah yang pertama berlangsung damai dalam sejarah Indonesia, setidaknya jika dibandingkan transisi-transisi sebelumnya.

        “Kita harap ke depan, siapa pun partainya, siapa pun yang menang, ada transisi damai,” kata Andi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: