Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bukalapak Balik Rugi Rp881 Miliar, Investasi Jadi Biang Kerok!

        Bukalapak Balik Rugi Rp881 Miliar, Investasi Jadi Biang Kerok! Kredit Foto: Bukalapak
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kembali mencatatkan kerugian hingga September 2026 setelah sebelumnya membukukan laba besar pada periode yang sama tahun lalu. Kerugian ini terutama dipicu oleh pembalikan kinerja investasi yang menekan hasil keuangan perseroan.

        Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Minggu (25/10/2026), Bukalapak membukukan rugi bersih sebesar Rp881,06 miliar hingga September 2026. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan masih mencetak laba bersih mencapai Rp2,91 triliun.

        Meski kembali merugi, pendapatan Bukalapak justru menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan bersih perseroan naik 19,34% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp5,64 triliun, dari Rp4,73 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

        Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut belum cukup untuk menahan tekanan dari pos keuntungan dan kerugian investasi. Hingga September 2026, Bukalapak mencatat kerugian nilai investasi sebesar Rp2,04 triliun. Angka ini berbalik dari keuntungan investasi sebesar Rp2,32 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Perubahan tajam pada kinerja investasi tersebut turut menyeret kinerja usaha perseroan. Bukalapak membukukan rugi usaha sebesar Rp1,14 triliun, berbalik dari laba usaha Rp2,33 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.

        Dari sisi biaya, beban pokok pendapatan meningkat 19,12% menjadi Rp5,18 triliun, dibandingkan Rp4,35 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Beban penjualan dan pemasaran juga naik 34,52% menjadi Rp200,93 miliar, dari sebelumnya Rp149,37 miliar.

        Di sisi lain, Bukalapak berhasil menekan beban umum dan administrasi sebesar 10,21% menjadi Rp324,45 miliar, dibandingkan Rp361,34 miliar pada tahun sebelumnya.

        Baca Juga: BUMN Kumpulkan Laba Bersih Rp214,9 Triliun hingga Agustus 2026

        Baca Juga: Grup Emtek Tambah Kepemilikan JECX, Borong 14,31 Juta Saham

        Baca Juga: Laba Bank Mandiri Melonjak 20,7%, Tembus Rp45,5 Triliun per September 2026

        Perseroan juga mencatatkan pendapatan operasi lainnya sebesar Rp962,99 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Rp139,32 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, kenaikan tersebut belum mampu mengimbangi kerugian dari pos investasi.

        Sementara itu, pendapatan keuangan Bukalapak justru mengalami penurunan 49,71% menjadi Rp325,74 miliar, dari Rp647,76 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

        Kinerja ini menunjukkan bahwa meski pendapatan usaha Bukalapak masih tumbuh, perubahan tajam pada hasil investasi menjadi faktor utama yang membebani profitabilitas perseroan hingga September 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: