Anak Buah Prabowo Sebut Indonesia Mau Tentukan Rating Bursa Sendiri, Ekonom: Ada Yang Bakal Percaya?
Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Pernyataan Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad yang meyakini bahwa negara mampu menentukan arah dan membuat penilaian atau rating bursa sahamnya sendiri, mendapat respons sinis dari pakar keuangan. Ekonom menilai hal ini merupakan langkah yang salah guna menghadapi Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Ekonom Ferry Latuhihin secara tajam mengkritik gagasan dari salah satu anak buah utama dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai, pernyataan tersebut adalah sebuah seruan dengan konsep yang bertentangan dengan prinsip dasar investasi global.
Baca Juga: Relawan Prabowo Sudah Tak Lagi Anggap Gibran Potensial di 2029
Kata Ferry, dalam dunia pasar modal yang mengedepankan objektivitas dan independensi, sebuah negara tidak bisa bertindak sebagai wasit untuk menilai kinerja dan tata kelola keuangannya sendiri.
Ia secara blak-blakan mempertanyakan tingkat kredibilitas dan kepercayaan investor asing terhadap penilaian mandiri yang diwacanakan oleh elite politik tersebut. Menurutnya, tidak akan ada institusi keuangan global atau manajer investasi asing yang mau menggunakan data hasil penilaian sepihak dari pemerintah sebagai dasar penempatan portofolio investasi mereka.
“Siapa yang bakal percaya sama rating sendiri, ya? Itu kan artinya kita menilai diri sendiri,” ujar Ferry dikutip Selasa (27/10/2026).
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa narasi politik semacam itu sama sekali tidak memiliki bobot di mata lembaga pemeringkat internasional. Di mata investor global, fundamental ekonomi dan kepatuhan terhadap standar transparansilah yang menjadi tolok ukur utama.
“Nggak ngaruh,” tegas Ferry.
MSCI sebelumnya diketahui berpotensi menurunkan kasta pasar modal tanah air dari emerging market (pasar negara berkembang) menjadi standalone market (pasar mandiri). Ancaman penurunan kasta ini menjadi momok menakutkan karena berisiko memicu keluarnya aliran modal asing secara masif dari lantai bursa domestik.
Sufmi Dasco Ahmad melalui akun media sosial pribadinya justru menyuarakan narasi perlawanan yang kental dengan nuansa patriotisme. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh gentar dan harus berani mengambil sikap independen. Melalui semangat kebersamaan, ia memompa optimisme bahwa tanah air mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam mengelola persepsi pasar.
Baca Juga: PSI: Ya Allah, Ya Rasulullah, Bagaimana Partai Seperti Ini Ada di Koalisi Prabowo-Gibran
“Di Bursa kita, bersama akan kita buat dan tentukan rating kita sendiri,” kata Dasco.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar